Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Operasi yang Dilakukan Pada Malam Hari Meningkatkan Risiko Komplikasi Lebih dari 50%

Tiara Putri , Jurnalis-Selasa, 17 Oktober 2017 |19:50 WIB
Operasi yang Dilakukan Pada Malam Hari Meningkatkan Risiko Komplikasi Lebih dari 50%
A
A
A

PADA masalah kesehatan tertentu diperlukan tindakan untuk menyembuhkannya. Salah satu tindakan yang sering dilakukan adalah operasi. Sebelum melakukan operasi, banyak hal yang harus dipertimbangkan oleh seorang dokter. Contohnya adalah kondisi kesehatan pasien. Jika kondisi kesehatan pasien memungkinkan untuk melakukan operasi, barulah disusun jadwal operasi.

Sebuah penelitian baru-baru ini mengungkapkan seharusnya operasi tidak dilakukan pada malam hari. Operasi yang dilakukan pukul 7 malam hingga 7 pagi bisa meningkatkan risiko komplikasi lebih dari 50%. Bahkan komplikasi bisa lebih parah jika operasi dilakukan saat waktu darurat, perubahan jadwal, atau di akhir pekan.

Penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan dari University of Michigan ini berdasarkan pada penelitian sebelumnya yang fokus terhadap operasi yang jadwalnya berubah.

“Melalui penelitian ini kami ingin terus mempelajari hubungan waktu pelaksanaan operasi dengan risiko komplikasi. Tujuan kami adalah meminimalisir komplikasi terkait komplikasi,” ujar penulis utama penelitian Dr. Aditya Pandey seperti yang dikutip dari Daily Mail, Selasa (17/72017).

BACA JUGA:

Kabar Gembira! Minum Kopi Bikin Mr P Tak Loyo Lagi

Sudah Sembelit Pagi-Pagi, Kenali Beragam Sebab dan Cara Mengatasinya!

Ingin Terlihat Awet Muda? Santap 5 Makanan Ini Cegah Munculnya Keriput

Selain Bergizi, Rajin Makan Delima dan Blueberry Bikin Wajah Awet Muda Lho

Menurutnya, ada kemungkinan untuk meningkatkan jumlah tim bedah dan ruang operasi yang lebih besar agar operasi bisa dilakukan pada siang hari.

“Mungkin sistem kesehatan perlu diinvestasikan lebih lanjut sehubungan dengan peningkatan jumlah tim bedah dan ruang operasi. Dengan begitu operasi bisa lebih banyak dilakukan pada siang hari. Begitu juga dengan kasus mendesak atau kondisi darurat yang harus distabilkan di siang hari agar mendapatkan manfaat yang lebih banyak dari operasi. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menjawab pertanyaan mengenai hubungan antara waktu mulai operasi dan komplikasi bedah,” jelas Dr. Aditya.

Hasil penelitian yang dipublikasikan di jurnal Neurosurgery itu menganalisis data dari 15.807 pasien yang menjalani operasi otak antara 1 Januari 2007 dan 1 Agustus 2014. Analisis mempertimbangkan beberapa aspek seperti jumlah komplikasi dan waktu pelaksanaan operasi. Dari hasil analisis ditemukan sebanyak 785 operasi mengalami komplikasi sesuai dengan yang dilaporkan oleh ahli bedah.

Hasil penelitian ini mungkin bisa dijadikan bahan diskusi lebih lanjut dengan dokter Anda dalam menentukan jadwal operasi di kemudian hari.

(Ade Indra Kusuma)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement