Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kebanyakan Makan Bikin Otak Jadi 'Lemot'? Medis Ungkap Kebenarannya

Agregasi Hellosehat.com , Jurnalis-Kamis, 12 Oktober 2017 |16:43 WIB
Kebanyakan Makan Bikin Otak Jadi 'Lemot'? Medis Ungkap Kebenarannya
Ilustrasi (Foto: Google)
A
A
A

Ketika Anda selesai makan, gula darah Anda akan naik cukup drastis. kemudian secara alami tubuh akan mengalami peningkatan hormon insulin yang berfungsi untuk mengendalikan kadar gula darah Anda.

Namun, insulin tidak hanya membuat gula darah Anda menjadi normal saja, ia juga menyebabkan zat triptofan meningkat di dalam otak. Kondisi ini akan berdampak pada jumlah serotonin – penghubung antara sel saraf – yang berfungsi mengatur mood, fungsi pencernaan, serta berperan dalam saraf pusat. Perubahan jumlah serotonin ini selanjutnya mampu membuat Anda mengantuk dan otak menjadi agak lama untuk melakukan proses berpikir.

Setelah makan banyak, otak dapat mengalami kekurangan darah sementara

Kekurangan darah sementara yang terjadi pada otak tidak seseram yang Anda pikirkan. Kondisi ini tentu saja tidak menyebabkan Anda kekurangan darah dan harus transfusi darah, tidak.

Setelah selesai makan, semua organ pencernaan yang ada di perut Anda membutuhkan lebih banyak energi untuk mengolah makanan-makanan yang masuk. Karena itu, tubuh Anda akan lebih banyak mengalirkan darahnya ke bagian perut untuk menunjang kegiatan tersebut. Oleh karena itu, otak mengalami kekurangan darah sesaat.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement