Secara tradisional, Dr. Ian mengatakan efek menguntungkan dari status pernikahan adalah dimediasi dari seleksi kesehatan, bagus dari status sosio-ekonomi, atau mekanisme psiko-sosial.
"Argumen terakhir telah digunakan untuk mendukung observasi bahwa pria mendapat lebih banyak keuntungan daripada wanita. Sedangkan wanita memiliki jaringan sosial yang luas dan tidak bergantung pada pasangan daripada pria," ujarnya.
Baca Juga: Ahli Gizi: Seblak Tidak Langsung Sebabkan Usus Buntu, Faktor Ini Bisa Jadi Pemicunya!
Ia melanjutkan, perubahan kualitas hubungan pernikahan bisa digunakan untuk memprediksi penyakit jantung. Tergantung pada konsistensi baik atau buruknya sebuah hubungan.
(Vien Dimyati)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.