POLA asuh orangtua kepada anak memang tidak boleh overprotektif. Pasalnya, dampaknya anak mudah stres, penakut dan dampak lainnya.
Keinginan untuk melindungi anak dari segala bahaya merupakan naluri alamiah orangtua. Namun, perlindungan yang berlebihan dapat memberikan dampak buruk bagi perkembangan anak.
Pola asuh ini dikenal dengan istilah overprotektif atau helicopter parenting. Melarang anak bermain di taman karena takut kotor dan terluka, tidak mau mengajari anak naik sepeda karena takut anak jatuh, serta selalu ingin memantau gerak-gerik anak merupakan beberapa tanda pengasuhan yang berlebihan.
Dampak buruk pada anak karena pengasuhan overprotektif
Segala sesuatu yang berlebihan (over) tentu tidaklah baik. Begitu juga dengan pengasuhan orangtua, meskipun niat dan maksudnya baik. Maka, pengasuhan overprotektif sebenarnya lebih banyak dampak negatifnya daripada dampak yang positif. Apa saja dampak buruk yang mungkin timbul bila orangtua bersikap terlalu melindungi?
1. Menjadi penakut dan tidak percaya diri
Ketakutan orangtua yang berlebihan menyebabkan anak memiliki ketakutan yang sama pula. Selain itu, keterlibatan orang tua dalam segala hal yang dilakukan anak menjadikan anak hidup dalam bayang-bayang orangtua. Akibatnya, anak takut untuk melakukan hal-hal di luar pengawasan orang tua.
Hal ini tidak cuma berdampak waktu anak masih kecil. Pola asuhan yang Anda pilih akan terus terbawa dan membentuk kepribadian anak hingga dewasa kelak. Jadi, anak yang dulunya dibesarkan oleh orangtua yang selalu mengekang dan melarang akan tumbuh jadi pribadi yang berkecil hati, takut mengambil risiko, dan tidak punya inisiatif.