BAGI Anda yang secara rutin melakukan pengecekan darah, sudah bukan hal aneh kalau darah yang diambil selalu dari jari manis. Tapi, apakah Anda tidak penasaran, kenapa jari manis yang dipakai?
Padahal, jika menelaah lebih detail, darah yang keluar tetap berwarna merah. Mau itu dari tangan, kaki, paha, ataupun wajah. Lalu, kenapa selalu jari manis yang ditusuk dan diambil darahnya dari sana?
Dilansir dari Fabiosa, Selasa (10/10/2017) ternyata ada alasan ilmiah mengapa mengambil darah untuk analisis sangat disarankan dari jari manis. Penasaran apa saja alasannya? Simak penjelasannya berikut ini.
1. Sedikit rasa sakit
Tidak seperti ibu jari, jari manis memiliki aktivitas paling sedikit dibandingkan dengan jari lainnya. Hal ini menyebabkan kulit pada jari manis lebih tipis sehingga lebih mudah untuk ditusuk. Jika mudah ditusuk, berarti rasa sakit yang disebabkan juga ringan, tidak sesakit jika menusuk jari yang lain.
2. Cepat sembuh
Saat jari manis bergerak lebih sedikit dari yang lainnya, hal tersebut juga berhubungan dengan kecepatan jari manis dalam menyembuhkan diri. Luka di jari manis cenderung dapat sembuh lebih cepat dibanding jari yang lain. Hal ini dapat mengurangi risiko munculnya infeksi, lho!