BELAKANGAN ini tren mengonsumsi plasenta sendiri banyak dilakukan para ibu modern. Salah satu selebriti dunia yang melakukan hal itu adalah Kim Kardashian.
Konsumsi plasenta biasanya dilakukan setelah anak yang dikandung dilahirkan. Plasenta yang dimakan pun sudah dalam proses pembentukan makanan lain. Misalnya plasenta yang dikeringkan, digiling atau dienkapsulasi. Bahkan, beberapa dari yang pernah mencoba, mereka mencampurnya dengan smoothie pagi harinya.
Praktik ini pun menjadi kontroversi yang meluas. Pada Juni 2017, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mengeluarkan sebuah peringatan yang menghubungkan konsumsi plasenta ibu dengan infeksi bayinya.
Banyak yang masih berpendapat bahwa praktik tersebut memiliki manfaat kesehatan bagi para ibu. Namun para ahli di kedua belah pihak mengatakan bahwa makan plasenta tidak memberikan manfaat sama sekali bagi pria.
Tapi, di lain sisi, Kim Kardashian bersumpah bahwa pil plasenta yang dimakannya memberi energi dan mampu meningkatkan mood. Begitu juga dengan yang diterangkan Aktris perempuan Gaby Hoffman yang mengonsumsi plasenta mentah dengan smoothie kesukaannya. Menurutnya, setelah mengonsumsi plasenta, tubuhnya jauh lebih sehat.
(Baca Juga: Idap Placenta Accreta, Kim Kardashian Akhirnya 'Sewa Rahim' demi Anak Ketiga)
Sekarang, selebriti pria juga ikut-ikutan menjajal tren ini. Sebut saja pasangan Jason Biggs dan Jenny Mollen yang mengumumkan bahwa mereka berdua berencana untuk makan plasenta setelah mereka pulang membawa anak mereka yang baru lahir, Lazlo, pada Senin kemarin.
Biggs mengatakan bahwa dia bakal "senang untuk mencobanya" melalui Instagram Mollen. Padahal menurut Certified Practicing Midwife (CPM) Claudia Booker, mengonsumsi plasenta bagi pria itu tidak ada gunanya. Tidak memberikan manfaat sama sekali.
Booker melanjutkan, dirinya juga heran kenapa sebagian besar kliennya menelan plasenta dalam bentuk kapsul, meskipun ada juga dari mereka yang memakannya mentah.
Dia mengatakan bahwa mengkonsumsi plasenta mendorong tubuh ibu memproduksi sel darah merah, prolaktin - hormon yang terlibat dalam produksi ASI - dan hormon lain yang akan membantu wanita mencegah 'baby blues'.
(Baca Juga: Mengenal Baby Blues)
"Kami di Amerika mulai menelan plasenta kami sendiri karena ada orang yang memiliki gagasan bahwa pada dasarnya, plasenta membantu Anda mendapatkan tubuh Anda kembali," kata Booker.
Penumpukan plasenta, klaim Booker, membantu 'memodifikasi' penurunan hormon tertentu, jadi seseorang tidak mengalami penurunan hormon yang besar, dan malah menambahkan lebih banyak dari apa yang banyak ahli kesehatan anggap meningkatkan kualitas bayi.
Di sisi lain, mengonsumsi plasenta sama sekali tidak ada gunanya bagi seorang ayah. "Saya tidak tahu apa yang sedang dilakukan ayah dengan plasenta, saya tidak tahu ada ayah yang pernah menelannya," terang Booker.
(Baca Juga: Faktor Pemicu Placenta Accreta seperti Dialami Kim Kardashian)
Meskipun ada banyak artikel, akun pribadi, argumen, dan resep yang menganjurkan Anda menelan plasenta, CDC mencatat bahwa bukti ilmiah untuk manfaat praktik tersebut dianggap kurang dalam laporan morbiditas dan mortalitas pada Juni 2017.
(Muhammad Saifullah )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.