Acara festival ini merupakan yang ketiga kalinya diadakan oleh Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Mentawai dalam mempromoskan budaya dan alam Mentawai yang disaksikan oleh ribuan penonton dalam berbagai daerah.
Ada lima Kerei berasal dari Pulau Siberut tepatnya di Kecamatan Siberut Selatan kerei tersebut biasanya disebut Kerei Sasaibi artinya mereka berasal dari bagian hulu Siberut Selatan, kelima kerei itu adalah yaitu Aman Boroi Ogok, Aman Lauklauk, Aman Telepon dan dua sikerei yang baru tampil diajang festival tersebut termasuk lima orang dari kerei Simatalu. Saat melakukan acara paruak tersebut, mereka diiringi dengan musik tradisional yang dikenal dengan gajeumak atau nyanyian kerei.
“Itulah adalah yang sering dilakukan para kerei yang berasal dari berbagai daerah dan bertemu dalam sebuah acara. Maka, hal yang utama dilakukan adalah paruak, daun-daun atau buluk aileppet mereka saling mengalungkan di leher masing-masing,” ujar Mateus Sakukuret dari sanggar Manai Sikerei, Desa Muntei, Kecamatan Siberut Selatan, Senin (2/10/2017)
Kalau mereka tidak melakukan itu para kerei akan sakit, kalau di kampung selain daun aileppet juga ada kuah ikan selain dipoleska di kalung tersebut sebagai tanda sapa para roh leleuhur mereka.
“Kalau tidak melakukan ritual itu akan resiko berat para kerei itu bisa sakit. Kalau sudah sakit maka kerei yang bertemu sebelumnya tidak melakukan ritual paruak itu akan dipanggil untuk mengobati, kalau kerei yang lain tidak bisa harus kerei bersangkutan,” terangnya.
(Ade Indra Kusuma)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.