Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Waspadai! Penyakit Kaki Gajah Menular & Sebabkan Kelumpuhan Menetap

Dewi Kania , Jurnalis-Senin, 02 Oktober 2017 |18:45 WIB
Waspadai! Penyakit Kaki Gajah Menular & Sebabkan Kelumpuhan Menetap
Penyakit kaki gajah bisa menular (Foto:Wikipedia)
A
A
A

PENYAKIT kaki gajah atau filariasis di Indonesia hingga kini belum tereliminasi. Sejak usia anak-anak dapat menderita penyakit tersebut karena disebabkan oleh gigitan nyamuk.

Filariasis merupakan penyakit menular menahun yang disebabkan oleh cacing filaria dan ditularkan oleh nyamuk. Penyakit ini dapat juga menimbulkan kecacatan yang menetap.

Siklus penularan kaki gajah yakni manusia digigit oleh nyamuk yang mengandung larva infektif. Darah yang dihisap nyamuk akan tertular virus dari cacing filaria yang ada di tubuh nyamuk.

BACA JUGA:

Jangan Anggap Sepele! Pria Bisa Terkena Kanker Payudara, Kenali Tandanya jika...

WASPADA! Batuk Lebih dari 3 Minggu dan Sering Berkeringat di Malam Hari Bisa Jadi...

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI dr HM Subuh, MPPM mengatakan, tak ada jenis nyamuk khusus yang dapat menularkan penyakit kaki gajah. Karena itu, penyebabnya sulit dikendalikan dengan cepat.

"Semua jenis nyamuk dapat menjadi vektor perantara. Kita sulit memberantasnya dan satu-satu caranya dengan melakukan pengendalian vektor, " kata Subuh saat Temu Media Membahas Strategi Menuju Eliminasi Malaria di Kantor Kementerian Kesehatan RI, kawasan Kuningan, Senin (2/10/2017).

Padahal pemerintah menargetkan eliminasi penyakit kaki gajah di tahun 2020. Untuk melakukan pencegahan massal, pemerintah memberikan obat pencegahan massal filariasis di setiap kecamatan, terutama di wilayah endemis.

Subuh menambahkan, wilayah Jabodetabek termasuk salah satu wilayah endemis malaria. Apalagi ketika musim hujan tiba saat ini banyak tempat yang disukai nyamuk untuk berkembang biak.

Termasuk di sawah, got atau saluran air, rawa-rawa, hingga tanaman air. Kalau di rumah, bak mandi atau ember yang digenangi air juga disenangi oleh nyamuk.

"Jabodetabek daerah endemis filariasis, maka harus ada pencegahan agar tak menambah angka kejadian filariasis. Ada juga 236 kabupaten kota yang juga termasuk endemis di tahun 2017," tutur Subuh.

BACA JUGA:

Kabar Gembira! Rutin Sauna bisa Kurangi Risiko Darah Tinggi dan Demensia

Jangan Biasakan Pakai Minyak Jelantah, Bahayanya Picu Risiko Stroke hingga...

Adapun gejala klinis yang ditimbulkan akibat filariasi yakni seseorang mengalami demam berulang setiap satu hingga dua kali, timbul benjolan dan terasa nyeri di bagian lipatan paha atua ketiak tanpa adanya luka.

Gejala yang fatal, kaki bisa membengkak seperti gajah karena digigit nyamuk yang tertular filariasis. Jika Anda mengalami gejala tersebut, seharusnya cepat konsultasi dengan dokter.

Sebelum terjadi penularan filariasis, sebaiknya Anda melakukan pencegahan agar tak menyebarkan nyamuk di sekitar lingkungan.

"Pengendalian vektor sangat penting dilakukan. Setiap tahun kami pantau beberapa wilayah endemis filariasis demi keberhasilan eliminasi penyakit ini pada tahun 2020," pungkasnya.

(Santi Andriani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement