Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Melawan Stigma, Pasien Hepatitis Masih Sering Menerima Diskriminasi Sosial

Utami Evi Riyani , Jurnalis-Jum'at, 29 September 2017 |18:22 WIB
Melawan Stigma, Pasien Hepatitis Masih Sering Menerima Diskriminasi Sosial
Ilustrasi (Foto: Healthylifestyle)
A
A
A

PASIEN penderita hepatitis kerap mendapatkan stigma negatif dari masyarakat. Padahal, penularan hepatitis tidak tersebar dengan gampang. Selain itu, tidak semua pasien hepatitis kehilangan produktivitasnya di tempat kerja.

Menurut salah seorang dari Komunitas Peduli Hepatitis (KPH), Marzuita, penderita hepatitis B dan C kerap menerima diskriminasi di lingkungan kerja. Mulai dari tidak diterima bekerja, tidak naik pangkat, hingga tidak diterima menjadi pegawai tetap jika skrining menunjukkan hepatitis B atau C positif.

“Dalam satu tahun, rata-rata bisa ada 10 keluhan diskriminasi di tempat kerja,” ujar Marzuita dalam acara diskusi yang digelar oleh Forum Ngobras di Jakarta Pusat, Jumat (29/9/2017).

Sementara itu, Ketua Komisi Ahli Hepatitis dari Kementerian Kesehatan, Dr. Dr. Rino A. Gani, Sp.PD-KGEH mengatakan, perlu waktu 20 hingga 30 tahun untuk terjadi kerusakan hati menjadi sirosis, sebuah kondisi di mana pasien mengalami kerusakan hati karena hati mengecil dan keras. Hal ini dapat menimbulkan kanker hati.

“Peradangan terjadi karena ketidakmampuan tubuh pasien untuk menghilangkan virus tersebut. Virus punya berbagai mekanisme. Hepatitis C bisa mengubah muka sehingga sistem kekebalan tubuh tidak kenal lagi virus tersebut,” ujarnya.

Meski demikian, Dr. dr. Rino mengatakan tidak semua infeksi hepatitis dapat menimbulkan peradangan hati dan menjadi kronis. Hanya sekira 30% yang mengalami sirosis. Jumlah penderita hepatitis B di Indonesia sendiri adalah 7,2% dari jumlah penduduk, dan hepatitis C sekira 1%.

“Penularannya tidak semudah itu. Bukan berarti semua orang bisa tertular. Misalnya melalui transfusi darah, jarum suntik, tato, dan piercing,” ujar Dr. dr. Rino.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement