NASI tumpeng sering hadir dalam berbagai acara syukuran masyarakat Indonesia khususnya di Jawa. Jika Anda mengira nasi tumpeng hanya memiliki satu bentuk dan varian maka Anda keliru, nyatanya banyak varian nasi tumpeng yang disajikan sesuai dengan momennya.
BACA JUGA:
Nasi tumpeng bukan hanya sekedar sajian makanan karena sudah menjadi bagian dari tradisi. Nasi, lauk pauk bahkan bentuk nasi tumpeng memiliki makna yang berbeda. Berikut Okezone rangkum 5 jenis nasi tumpeng Nusantara beserta arti dan maknanya.
Tumpeng Robyong
Tumpeng Robyong sering dihadirkan dalam upacara yang bersifat perayaan suka cita penuh kegembiraan. Momen yang biasa menghadirkan tumpeng robyong adalah acara khitanan, pernikahan ataupun perayaan hari jadi. Makna dari tumpeng ini adalah kesejahteraan, kesuburan dan keselamatan. Tumpeng ini memiliki bentuk seperti gunung yang mengambarkan tempat dimana air bisa mengalir darinya dan mampu menghidupi tumbuh-tumbuhan. Jadi bentuk gunung ini sebagai simbol kesejahteraan sejati. Ciri khas dari tumpeng ini adalah terdapat telur ayam utuh, bawang merah utuh, terasi bakar dan cabai merah di bagian ujung atas tumpeng. Semua bahan itu ditempelkan menggunakan bilah bambu atau sujen.
Tumpeng Nujuh Bulan
Tumpeng ini sering digunakan pada acara syukuran masyarakat Jawa. Bentuk tumpeng ini sama seperti tumpeng pada umumnya yakni berbentuk kerucut. Sesuai dengan namanya, tumpeng ini biasa dihadirkan saat syukuran ibu hamil yang usia kandungannya memasuki usia 7 bulan. Maksud dihadirkan tumpeng ini adalah sebagai simbol penghormatan dan rasa syukur pada Tuhan YME. Selain ungkapan rasa syukur, tumpeng ini juga sebagai harapan agar proses kehamilan berjalan lancar sampai waktunya kelahiran. Biasanya nasi tumpeng hadir dibarengi prosesi siraman ibu hamil.
Tumpeng Pungkur
Selain sebagai ungkapan rasa syukur, tumpeng juga sering hadir sebagai bagian dari ritual penolak bala. Tumpeng pungkur merupakan nasi yang dibentuk kerucut seperti gunungan kemudian dibelah menjadi dua bagian dan diletakkan pada posisi yang bertolak belakang. Dalam bahasa jawa, posisi saling membelakangi disebut ungkur-ungkuran. Lauk yang disajikan sebagai pelengkap adalah makanan yang tidak pedas serta sayuran yang dibuat urap tanpa tauge dan kangkung. Makna dari tumpeng ini adalah perpisahan antara orang yang sudah meninggal di akhirat dengan orang yang masih hidup di dunia. Maksud dari penyajian tumpeng pungkur agar selamatan terbebas dari semua pengaruh jahat atau disebut sebagai tolak bala sehingga diharapkan keluarga yang ditinggalkan akan terus tentram.
BACA JUGA:
Tumpeng Putih, Kuning dan Uduk
Pada dasarnya warna nasi pads nasi tumpeng adalah putih. Tetapi banyak juga yang membuat nasi tumpeng dengan menggunakan nasi kuning ataupun nasi uduk. Pemilihan warna nasi putih melambangkan kesucian sehingga lebih pas jika digunakan dalam acara keagamaan yang sakral. Penggunaan nasi kuning melambangkan kakayaan dan moral yang luhur, biasanya digunakan pada perayaan syukuran, pernikahan atau ulang tahun. Sementara nasi tumpeng uduk biasa dijadikan suguhan pada acara Maulid Nabi Muhammad SAW.
Tumpeng Modifikasi
Tumpeng modifikasi adalah hasil kreasi tumpeng yang lebih modern dan fleksibel. Tumpeng ini terlihat lebih modern, bahkan sering disebut sebagai tumpeng suka-suka. Tumpeng modifikasi sama sekali tidak mengandung filosofi maupun makna. Nasi yang digunakan lebih bervariasi bahkan kadang menggunakan nasi goreng. Pilihan lauknya juga lebih beragam dan bisa disesuaikan dengan selera karena tidak ada pakem yang dipegang.
(Santi Andriani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.