HINGGA kini pengobatan tradisional masih dipercaya oleh masyarakat Indonesia untuk menyembuhkan penyakit. Selain menggunakan obat herbal, cara lain yang dipilih adalah kerokan. Biasanya seseorang memilih untuk kerokan ketika sedang masuk angin.
Kerokan adalah menggoreskan uang logam atau alat pipih yang tumpul ke kulit dan gerakannya dilakukan beberapa kali. Bagi beberapa orang, mungkin gerakan goresan tersebut akan terasa cukup nyeri. Tapi, kerokan terbilang cukup aman asal dilakukan dengan prosedur yang benar.
Kerokan biasanya akan menyebabkan kulit berwarna kemerahan atau memar ringan, terutama di bagian yang digores. Hal itu dikarenakan alat untuk mengerok mengikis kulit dan memecahkan pembuluh darah kapiler yang dekat dengan kulit. Tak usah merasa khawatir, sebab warna kemerahan tersebut akan hilang beberapa hari setelah kerokan. Biasanya dalam waktu 24 hingga 48 jam.
Dikutip dari berbagai sumber, Senin (25/9/2017), kerokan memiliki sejumlah manfaat antara lain menghilangkan sakit kepala (migraine), sakit leher, pembengkakan payudara, serta dapat meningkatkan sirkulasi darah sehingga memberikan efek anti-inflamasi, penghilang rasa sakit, dan efek kekebalan tubuh.
Belum ditemukan adanya efek samping yang mengkhawatirkan dari kerokan. Hanya saja, ada orang-orang tertentu yang tidak diperkenankan untuk melakukan pengobatan tradisional ini. Bila dalam enam minggu terakhir Anda pernah melakukan operasi atau sedang mengonsumsi obat pengencer darah, Anda tidak disarankan untuk kerokan. Begitu juga dengan Anda yang memiliki kelainan pembeku darah.
Hal lain yang harus diperhatikan adalah teknik pernapasan saat sedang melakukan kerokan. Ada sebuah laporan yang mengatakan seorang pasien menderita epiglotitis akut atau radang tenggorokan setelah melakukan kerokan karena saluran napasnya terhalang. Efek lain dari kerokan adalah terjadinya pendarahan. Akan tetapi, kedua kasus ini jarang terjadi.
Bila Anda ingin terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan, sebaiknya kerokan dilakukan oleh orang-orang yang sudah memahami teknik kerokan dengan baik atau ahli di bidangnya. Para ahli biasanya dibekali dengan pengetahuan atau alat untuk mengatasi efek samping dari kerokan. Selain itu, mereka bisa meningkatkan keefektifan pengobatan dan mengurangi risiko rasa sakit atau memar akibat kerokan.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.