PULAU Nami atau Nami Island di Korea Selatan sudah lama jadi destinasi favorit para pelancong yang menyambangi Korea. Selain karena pulau ini menyimpan kisah romantis drama Korea Winter Sonata, Nami Island juga menawarkan pesona yang tak bisa dinikmati di lokasi lain.
Pulau Nami terletak di kawasan Chuncheon, Korea Selatan. Pulau ini memiliki luas sekitar 462,809 meter persegi dengan bentuk unik yang menyerupai bulan sabit. Nama pulau ini diambil dari nama seorang jenderal yang tewas di usia 28 tahun pada era Dinasti Joseon, Jendral Nami. Sayangnya pulau Nami justru bukan dikenang karena sosok jenderal ini melainkan karena drama korea Winter Sonata.
Untuk bisa mencapai Pulau Nami, pengunjung yang berangkat dari Seoul bisa menumpang kereta bawah tanah melintasi 63 kilometer untuk tiba di Gapyeong. Perjalanan ini kurang lebih bisa ditempuh selama 1 jam 50 menit. Dari Stasiun Gapyeong pengunjung bisa menuju ke pelabuhan untuk bisa menumpang kapal ferry yang mengangkut ke Pulau Nami. Penyebrangan kapal ini hanya menempuh waktu 10 menit saja hingga akhirnya bisa menginjak kaki di Pulau Nami.
BACA JUGA:
Suasana berbeda langsung terasa sejak Anda menjejakkan kaki di pulau ini. Pulau ini memang memiliki pesona yang aduhai, bahkan pesona yang hadir akan berbeda pada setiap musim. Anda tidak akan menemukan pepohonan dengan daun penuh warna merah dan oranye ketika datang di musim dingin.
Saat musim panas, pohon serta dedaunan di sekitar jalan Metasequioa akan dipenuhi warna merah kekuningan. Pemandangan ini akan jadi latar foto yang dijamin instagramable. Jika ingin mengambil foto bertema ceria maka bisa sambangi Nami Island saat musim panas tiba.
Lain lagi jika datang di musim gugur. Hampir semua daun kompak berwarna kuning dan secara perlahan meranggas dari pohonnya. Alhasil, seluruh jalanan akan tertutup reruntuhan daun warna kuning. Momen ini bisa dimanfaatkan untuk berfoto pasalnya ada adegan dalam drama Winter Sonata yang merekam pemandangan momen musim gugur ini.
BACA JUGA:
Musim dingin jadi waktu yang eksotis sekaligus romantis untuk menyambangi pulau Nami. Puncak keindahan pulai ini ada saat musim dingin tiba. Tidak ada dedaunan di atas pohon karena semua pohon, tanah dan segala yang ada di pulau ini tertutup salju yang putih dan terlihat lembut. Jangan lupa membawa jaket tebal yang fashionable agar hasil foto terlihat bagus dan layak pamer.
Lain lagi jika menyambangi Nami Island saat musim semi. Semua daun baru saja tembuh, bunga bermekaran, kupu-kupu dan burung heboh beterbangan sambil bernyanyi. Nyanyian alam ini akan menghasilkan suasana yang tenang. Apalagi terpaan lembut sinar matahari yang membasuh wajah seolah memberi energi yang baru untuk dibawa pulang ke daerah asal setelah liburan.
(Santi Andriani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.