Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

OKEZONE WEEK-END: Mengulik Asal-usul Kimchi, Hidangan Sehat Paling Populer dari Negeri Ginseng

Dimas Andhika Fikri , Jurnalis-Minggu, 24 September 2017 |09:15 WIB
OKEZONE WEEK-END: Mengulik Asal-usul Kimchi, Hidangan Sehat Paling Populer dari Negeri Ginseng
Kimchi kuliner sehat dari Negeri Gingseng (Foto:Foodspairing)
A
A
A

KIMCHI adalah makanan tradisional Korea berupa asinan sayur pedas yang diolah dengan teknik fermentasi. Biasanya, sayuran yang digunakan untuk mengolah kimchi terdiri dari sawi putih dan lobak. Setelah digarami dan dicuci, sayuran tersebut dicampurkan dengan bumbu yang terbuat dari udang krill, kecap ikan, bawang putih, jahe, dan bubuk cabai merah.

Hidangan ini sangat populer di Korea, karena sering dijadikan sebagai makanan pelengkap dalam berbagai acara spesial atau sekadar peneman makan siang dan malam. Kimchi juga dapat digunakan untuk mengolah berbagai hidangan lezat seperti sup kimchi (kimchi jjigae), nasi goreng kimchi (kimchi bokkeumbap), dan berbagai masakan lainnya.

Menurut sejarah, asal kimchi tidak terlepas dari kebudayaan China. Makanan ini sempat muncul dalam buku puisi China yang berjudul 'Sikyeong'. Kala itu, kimchi masih dikenal dengan sebutan "Ji" sebelum akhirnya populer dengan nama "chimchae".

BACA JUGA:

Ngopi di Dubai Bisa Bikin Miskin, Ada Secangkir Kopi Dijual Seharga Rp1 Juta!

Unik! Siswi SMA Ini Jadikan Restoran Fast Food sebagai Tema Foto Buku Tahunan

Asinan berwarna hijau merupakan bentuk awal kimchi sewaktu cabai belum terlalu dikenal oleh warga korea. Proses pembuatannya pun sangat tradisional. Setelah dicampur dengan garam, sayuran seperti kubis akan dimasukkan ke dalam guci tanah liat, lalu dipendam di dalam tanah sebagai persedian makanan sewaktu sayuran segar tidak tersedia di musim dingin.

Orang Korea barur mengenal cabai berkat jasa pedagang Portugis yang datang ke Negeri Ginseng itu pada abad ke-16. Pada awalnya, para pedagang portugis mulai menyebarkan cabai di kawasan Afrika, India, Amerika Selatan, hingga akhirnya dibawa ke Jepang dan Korea pada tahun 1549.

BACA JUGA:

RESEP NENEK: Makan Ikan Asin, Pasti Lebih Mantap Ditemani Sayur Asem Khas Betawi...

5 Makanan Sebaiknya Tidak Dipesan saat Makan di Restoran, Jangan Pesan Ikan di Hari...

Resep asinan sayuran sendiri baru dimuat dalam buku resep pada tahun 1670, tetapi tidak menggunakan cabai sebagai bahan dasarnya. Di dalam catatan sejarah abad ke-17, baru dituliskan tentang 11 jenis kimchi, sedangkan penggunaan cabai baru populer sekitar 200 tahun kemudian. Sebelum abad ke-19, kimchi hanya dibuat dari sayuran asli Korea. Pasalnya, pada saat itu sawi putih belum dikenal oleh warga korea sampai abad ke-19.

Menurut para ahli, Kimchi juga memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan manusia. Makann ini mengandung kadar serat makanan yang cukup tinggi, namun rendah kalori. Secara spesifik, kimchi kaya dengan vitamin A, B1, B2, kalsium, zat besi, dan bakteri asam laktatk yang baik untuk pencernaan. Demikian dilansir Okezone, dari berbagai sumber.

(Santi Andriani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement