BANYAK destinasi seru yang bisa dikunjungi dan dinikmati saat berkunjung ke Amsterdam, Belanda. Bila museum, taman, Dam Square maupun pusat perbelanjaan cocok dikunjungi saat siang hari, di malam hari Red Light District atau daerah prostitusi menjadi magnet ratusan turis. Red Light District Amsterdam juga aman dikunjungi karena telah dilegalkan oleh pemerintah kota Amsterdam.
BACA JUGA
Saat traveling ke Amsterdam, saya dan teman mencoba memutuskan mengunjungi Red Light District. selain lokasinya dekat dengan Dam Square kawasan ini sungguh kontroversial dan unik di mata orang Indonesia. Dengan sepeda kami menuju Red Light District. Sepeda kemudian kami letakkan di sebelah tiang dan tak lupa menggemboknya. Red Light District lebih seru dijelajahi dengan berjalan kaki.
Jam 9 malam saat musim semi, suasana masih terang menjelang petang. Namun kawasan ini mulai disesaki oleh para pengunjung. Terletak di seberang kanal, berjejerlah rumah - rumah yang disewa oleh para pekerja seks komersial Amsterdam. Dari balik tirai mereka kadang melambaikan tangan ke para pejalan kaki. Gadis - gadis ini kebanyakan memakai lingerie dan bikini. Beberapa terlihat muda namun banyak pula yang sudah tua, sekitar 40 tahun lebih. Hampir semuanya orang eropa. Para pengunjung diperbolehkan melihat mereka namun jangan memandang terlalu lama atau terlihat terlalu kepo karena hal ini dianggap tak sopan dan kasar.
Para pekerja seks di Red Light District Amsterdam ini merupakan para pekerja legal yang dilindungi oleh undang - undang. Prostitusi sendiri merupakan pekerjaan legal di Belanda. Di kawasan ini bahkan terdapat patung bernama Belle yang berbentuk seorang PSK sedang berdiri di depan pintu kamar. Tulisan di bawah patung berbunyi "Respect sex workers all over the world".