Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

TAHUN BARU ISLAM: 1 Muharram dan Malam Suro, Mengapa Identik dengan Ritual Memandikan Pusaka? Ini Penjelasannya

Annisa Aprilia , Jurnalis-Kamis, 21 September 2017 |12:00 WIB
TAHUN BARU ISLAM: 1 Muharram dan Malam Suro, Mengapa Identik dengan Ritual Memandikan Pusaka? Ini Penjelasannya
Foto: aps18
A
A
A

Malam satu suro merupakan sebuah suasana saat malam hari setelah adzan magrib dan malam hari sebelum tanggal satu. Oleh karena bertepatan dengan satu Muharram bukan berarti ritual-ritual yang diturunkan oleh para leluhur akan memudar dan luntur semangatnya. Pasalnya, zaman sekarang pun masih banyak orang yang memandikan keris .

Salah satu ritual dari tradisi kuno disaat satu Sura, ialah memandikan benda-benda pusaka. Saat malam satu Suro atau satu Muharram, orang-orang yang memiliki benda pusaka, seperti keris biasanya keris tersebut akan dimandikan.

Keris-keris dimandikan tidak sembarang. Ada caranya tersendiri dan dengan bahan-bahan yang khusus juga. Dalam memandikan keris, biasanya seseorang yang dititipkan akan memandikan keris dengan air, jeruk nipis, air kelapa. Caranya pun beragam, ada yang hanya dicelup, ada yang dikuaskan dengan air.

Lantas, apa korelasi antara malam satu Sura dengan memandikan benda-benda pusaka?

Jelas ada korelasinya. Seorang sejarahwan Asep mengatakan, “Kaitan sejarah ritual memandikan benda pusaka dengan tahun baru atau malam satu Sura memiliki makna restrospeksi, makna tersebut merupakan kemunculnya kenangan kembali ke permukaan dan kenyataan,” ucap Asep dalam sambungan telepon, Rabu (20/9/2017).

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement