Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cara Bijak agar Anak Tidak Kecanduan Gadget, Batasi Penggunaannya!

Tiara Putri , Jurnalis-Rabu, 20 September 2017 |18:47 WIB
Cara Bijak agar Anak Tidak Kecanduan Gadget, Batasi Penggunaannya!
Anak main gadget (Foto: Mommy Mundo)
A
A
A

SULIT rasanya untuk menutup mata pada perkembangan teknologi yang semakin lama semakin canggih. Terlebih, banyak orang yang kini dimanjakan dengan kemajuan teknologi seperti anak-anak. Tak jarang anak-anak lebih mahir menggunakan teknologi dibandingkan dengan orangtuanya. Bila digunakan untuk hal-hal yang positif seperti mencari referensi dan belajar hal baru, tentunya tidak masalah.

Tapi sayangnya, seringkali anak-anak menggunakan gadget hanya untuk sekadar bermain game online atau menonton video. Jika dibiarkan, tentunya itu akan membuat mereka kecanduan dan berdampak negatif. Bila anak sudah adiksi terhadap gadget, dia membutuhkan pertolongan dari seorang profesional untuk melepaskan ketergantungannya.

 BACA JUGA:

Menurut psikolog anak, Firesta Farizal M. Psi, ada aturan yang harus diperhatikan oleh orangtua sebelum mengenalkan anak mereka kepada gadget. “Kenalkan gadget dan penggunaan internet seperti media sosial sesuai dengan usia anak. Selain itu, orangtua harus menerapkan aturan dan batasan sejak awal gadget dikenalkan pada anak. Mulai dari waktu penggunaan hingga konten yang dilihat anak. Sebab sekarang ini banyak konten-konten negatif yang muncul saat anak bermain gadget. Pembuat konten negatif tersebut berharap agar anak tidak sengaja mengkliknya,” tutur Firesta saat ditemui dalam sebuah acara Rabu (20/9/2017) di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan.

Lebih lanjut Firesta mengatakan, usahakan anak untuk menggunakan gadget sesuai dengan kebutuhannya sehingga kemungkinan dia untuk melihat konten negatif menjadi lebih kecil. Dan, apabila orangtua melihat adanya konten negatif saat anak sedang menggunakan gadget, harus aktif melaporkan ke pihak terkait. Guna mencegah penyebaran konten negatif, Firesta menyarankan agar orangtua memanfaatkan fitur children mode, restricted mode, dan filter lainnya.

Tak hanya konten, orangtua juga harus memerhatikan durasi anak menggunakan gadget. Menurut American Academy of Pediatrics, anak-anak di bawah usia 18 bulan tidak direkomendasikan untuk bermain gadget. Sedangkan anak-anak yang berusia18 bulan-2 tahun bisa memainkan gadget asalkan ditemani oleh orangtua atau pendamping lainnya agar memilih tontonan atau aplikasi yang tepat. Lalu, pada anak yang berusia 2-5 tahun, berikan batasan waktu untuk menggunakan gadget. Tapi orangtua harus tetap terlibat dan mendampingi anak ketika menggunakan gadget agar tidak muncul konten negatif.

“Waktu yang disarankan adalah satu jam sehari. Tapi ada juga yang mengatakan 2 jam sehari. Hal itu tidak masalah asal jangan kelebihan. Selain itu, usahakan juga penggunaannya tidak langsung 1 atau 2 jam, melainkan dipisah-pisah. Semuanya tergantung dari peraturan orangtuanya. Orangtua juga harus konsisten dalam menerapkan aturan penggunaan gadget pada anak. Bila waktu yang diberikan sudah habis, langsung ambil gadgetnya. Jangan karena anak membujuk lalu menjadi luluh. Sebab bisa menjadi kebiasaan nantinya dan aturan menjadi kendor,” ungkap Firesta.

BACA JUGA:

Kembali lagi, selain ikut terlibat dalam penggunaan gadget, orangtua juga tetap harus berinteraksi dengan anaknya lewat berbagai aktivitas. Orangtua bisa mengajak anak untuk melakukan kegiatan di luar rumah seperti bermain di taman, berenang, dan masih banyak lagi. Dengan begitu, penggunaan gadget hanya merupakan pilihan dan bukan fokus anak-anak.

(Dinno Baskoro)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement