MENYAMBANGI Bali berarti harus siap dapat oleh-oleh kuit menjadi lebih gelap. Jelas saja, sebab hampir sebagian besar destinasi di Pulau Dewata tersebut berupa pantai dan pulau. Pesona pulau dan pantai yang ada di Bali tentunya tidak pernah Anda saksikan sebelumnya.
Perpaduan manis antara panorama alam dan kebudayaan yang masih membalut warganya menjadi pemandangan khas Bali yang tidak akan terlupakan. Suasana Bali yang kental akan tradisi dan kebiasaan menyajikan sesaji dihampir setiap sudut jalan dan rumah membuat para wisatawan merasakan harmonisnya hubungan antara sesama manusia, dan manusia dengan Tuhannya.
(Foto: Annisa Aprilia/Okezone)
Jika bertandang ke Bali, belum lengkap rasanya jika tidak memijakkan kaki ke Pura Luhur Uluwatu dan menyaksikan pertunjukan Tari Kecak serta Ramayana. Pura Uluwatu yang sesuai dengan namanya, berada di atas batu.
“Dinamakan Uluwatu karena pura berada di atas batu, ulu artinya atas dan watu artinya batu,” ucap Ambara salah satu pemandu wisata di Bali, ketika memandu perjalanan menuju Pura Luhur Uluwatu, Jumat (15/9/2017).
Pura yang sangat disakralkan ini memiliki pesona yang begitu memikat. Mulai dari birunya laut, indahnya matahari terbenam, pertunjukkan Tari Kecak dan Ramayana hingga usilnya monyet-monyet yang hidup bebas di sekitar kawasan pura.
(Foto: Worldtourer)
Untuk itu, agar penjelajahan Pura Luhur Uluwatu Anda aman dan nyaman tanpa ada rasa kecewa dan penyesalan, baiknya simak berikut agar liburan makin mantap!
1. Pakai tabir surya
Tabir surya jadi hal yang sangat penting untuk dibawa dan dipakai ketika memilih Bali sebagai destinasi liburan. Pasalnya, matahari siang hari di Bali sangat menyengat dan dapat membuat kulit menjadi lebih gelap.
2. Patuhi Aturan
Sebelum memasuki kawasan pura, para wisatawan diharuskan untuk mengenakan anting atau kain sejenis scarf yang diikatkan di pinggang, bagi wisatawan wanita dan pria yang mengenakan celana atau bawahan pendek, dianjurkan untuk menggunakan juga kain yang lebih panjang untuk menutupi paha hingga kaki. Hal ini untuk menghargai dan menghormati budaya, maka penting juga untuk berpakaian lebih sopan dan tertutup ketika berada di kawasan pura.
3. Jaga Kacamata dan Ponsel
Di sekitar pura banyak monyet-monyet liar berkeliaran, mulai bergelayutan di atas pohon, hingga berjalan di jalan-jalan. Untuk itu, penting juga bagi setiap pengunjung untuk terus waspada akan tingkah monyet-monyet. Kacamata dan ponsel adalah benda yang paling sering dirampas oleh para monyet.
(Foto: Mnn)
4. Tidak Memberi Makan Monyet
(Foto: Tripadvisor)
Aturan lainnya yang selalu diingatkan oleh petugas ialah untuk tidak memberi makan para monyet, selain berbahaya, memberi makan para monyet juga dapat mengotori area pura dengan sampah. Di kawasan pura para wisatawan juga dilarang untuk tidak membuang sampah sembarangan terutama sampah plastik, karena pura bebas dari sampah plastik.