Untuk menghasilkan makanan yang lezat ini jauh dari zat kimia, Basani Sababalat (43), ibu rumah tangga di Dusun Mapaddegat, Desa Tuapeijat, Kecamatan Sipora Utara, Mentawai, menuturkan, pertama yang dilakukan adalah mengupas pisang kapok yang sudah masak tapi tidak terlalu lunak, kemudian mengupas keladi. Keduanya direbus biar matang dalam periuk bisa jadi memasaknya selama 30 menit kalau apinya bagus.
“Kalau sudah masak pisang dan keladi itu dikeringkan selama lima menit, nah kalau sudah semuanya barulah ditumbuk dengan peralatan khas Mentawai,” ujarnya.
Alat untuk menumbuk keladi dan pisang itu adalah tutudduk terbuat dari kayu sepanjang 30 sentimeter yang sudah dihalus, sementara lulak merupakan baki Mentawai terbuat dari kayu dengan ukuran setengah meter.
“Kalau sudah selesai atau sudah halus maka berikutnya dilakukan memarut kepala dengan gigiok, gigiok tersebut terbuat dari duri dihutan khusus untuk memarut kelapa,” terangnya.