Sedikit informasi, peresmian tersebut dihadiri langsung Duta Besar Prancis untuk Indonesia dan Timor Leste Jean-Charles Berhonnet. Kemudian, peresmian itu juga didatangi Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti.
Terkait dengan bangunannya sendiri, Menara Eiffel di Yogyakarta tentunya tidak setinggi yang dipunyai Prancis. Namun, dengan ketinggian bangunan 2 meter dirasa sudah cukup bisa membuat turis merasakan keindahan yang sama.
Kemudian, yang spesial dari Menara Eiffel di Yogyakarta ini adalah diorama tersebut dilengkapi kembang api, sejarah konstruksi pembangunan “Sang Ibu” (La Dame) setinggi 300 meter, yang mana bangunan itu pertama dibuka pada 1889 dalam rangka Pameran Universal serta biografi sang arsitek, Gustave Eiffel.
Dalam kesempatan tersebut, Direktur IFI-Konselor Kerjasama Kebudayaan Kedubes Prancis, Marc Piton mengatakan, penandatanganan kesepakatan bersama antara Kedubes Prancis dan Pejabat Walikota Yogyakarta ini sebetulnya telah berlangsung pada 4 Mei 2017. Nah, penambahan wahana ini dijelaskan Marc karena Menara Eiffel itu sendiri memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat Indonesia.
’’Sekarang masyarakat Indonesia, khususnya warga Yogya dapat menemukan tidak hanya fisik Menara Eiffel tetapi juga informasi sejarahnya,” ungkapnya, melalui siaran pers, Jumat (15/9/2017).