IKAN merupakan salah satu jenis makanan yang mengandung beragam nutrisi seperti protein dan asam amino esensial.
Berkat kandungan tersebut, tak heran jika makanan berbahan dasar ikan digemari banyak orang di dunia. Selain karena rasanya yang gurih, daging ikan juga dipercaya ampuh untuk mencegah penyakit jantung, kolesterol, hingga mengurangi risiko kanker.
Namun ternyata, ada beberapa hal penting yang harus Anda perhatikan sebelum mengonsumsi ikan di restoran maupun di rumah. Hal ini berhubungan dengan tingkat kontaminasi bahan kimia yang ada di dalam tubuh ikan, dan menyangkut populasi beberapa jenis ikan yang hampir punah.
(Baca Juga: 5 Jenis Ikan Ini Berbahaya Dikonsumsi, Bisa Sebabkan Kebutaan Sampai Kematian)
Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut ulasan lengkapnya sebagaimana dilansir dari Mashed, Rabu (13/9/2017).
Swordfish
Jika Anda mengonsumsi ikan ini, rantai makanan yang ada di bawah laut akan terkena imbasnya atau tidak stabil. Pasalnya, ikan ini dikategorikan sebagai predator seperti ikan hiu yang berfungsi agar rantai makanan bergerak secara linear tanpa ‘hambatan’.
Selain itu, swordfish juga menjadi salah satu jenis ikan yang sering ditangkap untuk keperluan komersial, sehingga populasinya pun semakin berkurang.
Pacific blue fin tuna
Ikan yang satu ini menjadi salah satu primadona bagi para pecinta sushi di seluruh dunia. Dagingnya yang segar kerap diolah menjadi suguhan sushi nan lezat dan menggugah selera. Namun, tahukah Anda bahwa populasi blue fin tuna saat ini sudah mendekati kepunahan? Saking tingginya permintaan konsumen terhadap ikan tersebut, Tsukiji Market di Jepang pernah menjualnya seharga Rp23 miliar.
Beluga caviar
Beluga caviar merupakan salah satu makanan kelas high-end dan dianggap sebagai produk terbaik di antara produk-produk caviar lainnya.
Setelah Uni Soviet runtuh, populasi ikan beluga ternyata diklaim hampir penuh karena hanya dapat ditemukan di perairan Laut Kaspia dan Laut Hitam. Tidak hanya itu, sturgeon ossetra yang notabennya masih satu spesies dengan beluga juga telah dipanen hingga hampir punah. Kabarnya produk kaviar dari telur ikan tersebut sudah tidak tersedia di seluruh dunia.
(Baca Juga: Yuk Berenang Bersama si Ramah Ikan Mola-Mola di Nusa Penida)
Selain tiga jenis ikan di atas, Anda juga sebaiknya menghindari mengonsumsi udang impor. Menurut Consumer Reports, industri perikanan di luar negeri cenderung mematok harga udang yang sangat murah karena kemungkinan besar hewan laut itu telah terkontaminasi penyakit serta bahan kimia dan antibiotik.
Dari sini muncul pertanyaan apakah udang yang ditangkap langsung dari laut pantas diberi harga yang sangat mahal? Jika Anda ingin menghindari bakteri jahat, kelebihan antibiotik, serta kemungkinan besar bahwa udang Anda disuntik oleh para peternak, jawabannya adalah iya.
(Muhammad Saifullah )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.