Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Banyak Pria Nikah di Usia Tua, Waspadai Risiko Anak Kena Kanker dan Penyakit Kejiwaan

Agregasi Sindonews.com , Jurnalis-Rabu, 13 September 2017 |17:04 WIB
Banyak Pria Nikah di Usia Tua, Waspadai Risiko Anak Kena Kanker dan Penyakit Kejiwaan
Ilustrasi pernikahan (Foto: Google)
A
A
A

KINI, banyak pria yang memilih menikah di usia tua. Tentunya ini harus diwaspadai terkait dampak penyakit yang akan dialami oleh anak yang dilahirkan.

Penelitian terbaru di Amerika Serikat yang dipimpin oleh Dr. Michael Eisenberga dari University Stanford menemukan bahwa usia menikah pria saat ini semakin tua. Di Amerika, ayah dari seorang bayi yang baru lahir usianya rata-rata 30,9 tahun. Padahal, sebelumnya tren menunjukkan pria berusia 27,4 tahun sudah memiliki anak pertama.

"Ada data menjelaskan bahwa kesuburan seorang pria menurun seiring bertambahnya usia. Dengan demikian, mungkin masuk akal untuk tidak menunggu terlalu lama kehamilan, karena akan menjadi salah satu masalah dalam merencanakan kehamilan. Selain itu, ada beberapa risiko potensial bagi anaknya," papar Eisenberg, seperti dilansir dari CNN.

Data terbaru di Amerika Serikat juga menunjukkan usia ayah saat ini di angka 40 tahun. Eisenberg dan rekan-rekannya menganalisis 168.867.480 kelahiran. Penelitian ini mencatat kelahiran dan kematian yang dilaporkan oleh 50 negara bagian Amerika Serikat, mulai dari usia, tingkat pendidikan, ras, dan etnis orangtua. Selama penelitian, porsi ayah bayi yang baru lahir berusia 40 atau lebih banyak dua kali lipat dari 4,1% menjadi 8,9%.

Sementara proporsi ayah yang berusia 50 atau lebih tua meningkat dari 1/2% menjadi hampir satu di setiap 100 orang. Di mana ayah di Asia, khususnya pria keturunan Jepang dan Vietnam ditemukan rata-rata berusia 36 tahun. Hal ini disebabkan karena pendidikan. Diketahui, pria di Asia banyak yang baru mendapat gelar sarjana di atas usia 33 tahun.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement