Tahun 2000-an kain Batik Betawi namanya sudah mulai lagi dikenal oleh pecinta kain tradisional. Di situlah para pengrajin mengkreasikan motif kain batik cap dan tulis dengan ikon Jakarta yang menjadi ciri khasnya.
Lily, salah satu desainer yang mengembangkan motif batik khas Jakarta bersama pengrajin di kawasan Setu Babakan. Batik Betawi modern paling identik dengan motif Tugu Monas.
(Foto: Dewi/Okezone)
Karena dirasa monoton, Lily mengembangkan batik Betawi dengan ciri khas landscape Kota Jakarta yang lain. Kain batiknya ada yang bernuansa bunga dari Jakarta, seperti flamboyan, kembang teleng, tapak dara.
BACA JUGA:
Ada juga landscape bangunan bersejarah di ibu kota, mulai dari Pasar Baru, Stasiun Kota Tua, Jembatan Kota Intan, Museum Batavia, dan masih banyak lagi. Uniknya lagi, beberapa monumen peninggalan yang kini masih utuh seperti Patung Dirgantara Pancoran, Patung Selamat Datang di Bundaran HI, hingga Patung Tugu Tani Jakarta juga menjadi motif batik yang unik.
Ditambah dengan warna-warna khas seperti hijau, oranye, merah, tosca, dan kuning. Kain batik tersebut menjadi sangat menarik, bahkan telah dikenal oleh dunia.
Sudah beberapa kali Lily mempromosikan kain Batik Betawi di beberapa gelaran fashion week. Menurut ceritanya, banyak bule-bule dari Amerika Serikat dan Eropa yang suka dengan motif batik ini. Begitu juga dengan orang dari Tokyo juga menyukai motif kain Batik Betawi.
Dengan menciptakan motif kain batik modern dan trendy, Lily yakin kain batik kreasinya itu diminati banyak kalangan, termasuk pasar mancanegara. Kreativitas dalam membatik di era modern harus diperhatikan karena menjaga daya jualnya agar tidak menurun.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.