Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

OKEZONE WEEK-END: Dinding Rumah Terlihat Mewah dengan Sulam Emas Kain Songket Palembang di Dalam Bingkai

Vessy Frizona , Jurnalis-Minggu, 10 September 2017 |17:30 WIB
OKEZONE WEEK-END: Dinding Rumah Terlihat Mewah dengan Sulam Emas Kain Songket Palembang di Dalam Bingkai
Ilustrasi (Foto: Wacanatenunsongket)
A
A
A

SUDAH menjadi naluri pemilik rumah untuk mempercantik ruangan di dalamnya. Dekorasi rumah dengan sentuhan nusantara pun kini menjadi pilihan yang berbeda dari dekorasi rumah pada umumnya.

Salah satu cita rasa nusantara yang bisa dihadirkan di dalam ruangan rumah adalah kain khas Indonesia. Beberapa kain seperti tenun, batik dari berbagai daerah, ulos, dan songket bisa menjadi pilihan.

Hiasan rumah berupa kain nusantara yang sering ditemukan adalah bingkai songket Palembang yang dipajang di dinding. Kemewahan warna songket Palembang menghadirkan cita rasa nusantara yang lebih glamor.

Baca Juga: Kain Tenun Enggak Boleh Terlalu Sering Dicuci! Ini Alasannya

https://s2.bukalapak.com/img/702318776/w-300/hiasan_dinding_songket_palembang_jembatan_ampera.jpg

Bingkai pajangan dinding kain songket Palembang kerap dijadikan souvenir oleh para kerabat ketika bertandang ke provinsi Sematera Selatan ini.

Kain songket Palembang memiliki kekhasan warna yang cerah. Sentuhan benang emas dan silver kerap dijumpai di setiap motifnya.

Baca Juga: Uniknya Motif Tenun Tanimbar, Adiwastra Khas Maluku Tenggara Barat

Sementara untuk motif banyak mengangkat sejarah kerajaan Sriwijaya yang berjaya pada abad ke-7 di tanah Wong Kito Galo ini. Pada perkembangannya motif songket Palembang mengangkat land mark kota Palembang yaitu Jembatan Sungai Musi, ada pula kaligrafi Alquran.

Motif lainnya adalah, songket Tawur (motif yang bentuknya sulaman yang mengelompok), Lepus (sulam kain emas yang terdapat hampir di seluruh kain), Tretes Mender (polos pada bagian tengah dan motif Teres Mender di bagian pinggir kain), Bongo Pacik (selingan kapas putih dan benang emas), Kombinasi (perpaduan motif bungo China dan Tawur, atau motif lainnya), dan Limar (kembang-kembang).

https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSFmWoyUQUOQOv-rgGT9sMwVDJVpe95K1C25LKXT4fTW-XfQW1l

Dalam sejarah, songket Palembang muncul secara turun-menurun dari abad ke-7 hingga ke-13. Bermula dari kedatangan pedagang Tiongkok membawa benang sutra, sementara pedagang India dan Timur Tengah membawa emas.

Baca Juga: Kreasi Tenun yang Cocok untuk Sambut Ramadan

Atas kreativitas masyarakat saat itu, mereka menjadikan bahan-bahan tersebut sebuah karya. Maka terciptalah pola kain songket Palembang yang ada hingga sekarang.

Songket Palembang kerap digunakan untuk upacara adat dan pesta pernikahan. Pemakaian songket Palambang dikenakan seperti sarung, dan selendang. Songket juga bisa menjadi hiasan kepala. Demikian rangkuman Okezone yang dilansir dari berbagai sumber.

(Vien Dimyati)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement