Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Khusus Perempuan! Pemerintah Thailand Adakan Kursus Menikah dengan Bule, Apa yang Diajarkan?

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Jum'at, 08 September 2017 |07:27 WIB
Khusus Perempuan! Pemerintah Thailand Adakan Kursus Menikah dengan Bule, Apa yang Diajarkan?
Kursus Pernikahan di Thailand (Foto: Huffingtonpost)
A
A
A

Perlu Anda ketahui sebelumnya, di Thailand ternyata cukup banyak perempuan yang menikah dengan bule. Ya, salah satu alasannya adalah masalah ekonomi. Menurut data pemerintah setempat pada 2004, sebanyak 15.000 perempuan Thailand dari salah satu daerah termiskin di sana, Isan, telah menikah dengan pria asing. Mereka pun tercatat mengirim uang dengan total 122 juta baht atau Rp49 miliar kepada keluarga di Thailand.

"Kursus kami akan mengajarkan pada perempuan bagaimana membimbing diri mereka sendiri, mengenai hukum di negara tujuan mereka, dan bagaimana menyiapkan diri sebelum pergi. Ini untuk mengurangi risiko terjadinya penipuan atau menjadi korban perdagangan manusia," ungkap staff senior kementrian Patcharee Arayakul kepada Huffington Post, Jumat (8/9/2017).

BACA JUGA:

Patcharee melanjutkan, di dalam kursus ini, pihaknya mengajarkan mengenai hak hukum, bagaimana mencari bantuan dari pihak berwajib Thailand terkait, dan juga mengenai syok kultur. Materi tersebut juga diharapkan mampu meminimalisir risiko terburuk. Lagipula, dengan mengenali semua ini, baik juga untuk wawasan di perempuan.

Salah seorang warga Thailand yang melakukan perkawinan campur Ploynisa Duangdararungrueng menyatakan, keberadaan kursus menikah dengan bule ini sangat berguna bagi mereka. Terutama agar para perempuan mengetahui aspek-aspek hukum di negara tujuan.

"Gadis Thailand, terutama mereka yang berasal dari daerah selatan, adalah orang yang berbicaranya lembut dan penurut. Mereka harus belajar menghargai diri sendiri dan budaya mereka," kata Ploynisa yang bekerja sebagai manajer tempat spa yang ditikahi orang Jerman.

Dia melanjutkan, menjalani kehidupan dengan pria asing itu tidak mudah, tapi tetap menyenangkan. “Hidup di Negara Barat seperti dongeng, tapi realitanya bisa terasa sangat mengisolasi Anda sendiri. Masalah pindah rumah saja bisa jadi hal besar yang memerlukan banyak waktu. Jika pria Barat tidak mengerti dinamika keluarga, ini bisa menyebabkan banyak masalah," tambahnya.

 

(Renny Sundayani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement