SALAH satu jenis kain tenun yang masuk dalam daftar koleksi kain khas tradisional nusantara adalah tenun lurik. Tenun lurik berbeda dengan tenun ikat. Perbedaannya adalah dari jenis bahan. Sementara pembuatannya sama-sama dipintal.
Tenun lurik memang tak sepopuler tenun ikat dari Nusa Tenggara Timur (NTT). Tenun lurik punya pangsa pasar tersendiri. Tepatnya di daerah asal tentun ini dibuat. Yaitu di daerah pedalaman Baduy, Banten dan Klaten, dan Jawa Tengah.
Lantas, apa bedanya tenun lurik Baduy dengan Tenun lurik Jawa? Sebelum membahas perbedaan, ketahui dulu bahwa tenun lurik dari kedua daerah ini memiliki keunggulan dan keunikan masing-masing. Keduanya sama-sama kain tradisional Indonesia yang bagus, hasil karya kerajinan wanita lokal.
Baca Juga: Stylish! Kain Lurik Disulap Penuh Gaya Kekinian
Baca Juga: Mengenal Kain Lurik Lewat Ajang Fashion Show
Berdasarkan informasi yang ditelusuri Okezone dari berbagai sumber, lurik Jawa adalah kain dengan motif yang sama dengan namanya, lurik yang artinya garis-garis. Tenun lurik Jawa memiliki motif garis kecil-kecil. Sedangkan lurik Baduy terpola dengan garis-garis lebar.