Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

OKEZONE WEEK-END: Mulai dari Serat Nanas Hingga Filamen Pisang, Simak 4 Jenis Bahan Tradisional untuk Membuat Benang

Pradita Ananda , Jurnalis-Sabtu, 09 September 2017 |07:30 WIB
OKEZONE WEEK-END: Mulai dari Serat Nanas Hingga Filamen Pisang, Simak 4 Jenis Bahan Tradisional untuk Membuat Benang
Ilustrasi benang (Foto: Wanderlust)
A
A
A

Tidak hanya enak untuk dikonsumsi, serat pisang pun bisa diubah sedemikan rupa menjadi benang. Seperti yang dilakukan oleh desainer muda asal Yogyakarta, Rosso. Di mana disebutkan ia membuat koleksi kain tenun dengan bahan serat pisang, yang di mana serat pisang ini bisa menghasilkan benang yang berkilau dan kelenturannya setara dengan sutra loh! Pada dasarnya dikatakan bahwa semua jenis pisang hadir dengan filamen (serat) yang diambil dengan cara sederhana lalu ditenun menjadi benang ataupun bahan kain. Satu pohon pisang yang tumbuh di Indonesia, disebutkan rata-rata bisa menghasilkan sekitar 55 kilogram benang.

Serat daun nanas 

Ada lagi bahan alami yang bisa dijadikan sebagai bahan benang tradisional, ialah serat dari daun nanas. Proses pemanfaatan serat daun nanas untuk menjadi benang ini diawali dengan memisahkan serat nanas dari daunnya dengan cara scraping atau pengerokan memakai pisau atau alat plat, dengan tujuan untuk menghilangkan zar-zat yang masih melekat pada serat.

Setelah itu serat baru dicuci bersih, dan dikeringkan baru kemudian dipintal menjadi benang. Walaupun diketahui serat daun nanas ini menghasilkan benang yang notabene masih kasar, maka dari itu membutuhkan modifikasi peralatan pemintalan dengan sistem cotton, rotor, atau sistem spinning. Proses pemintalan serat daun nanas jadi benang, bisa dilakukan murni terdiri dari 100 persen serat daun nanas saja ataupun dicampur dengan bahan serat lain seperti polyester, kapas, atau serat wool.

BACA JUGA:

Selain Batik, Indonesia Punya Kain Tenun yang Patut Jadi Kebanggaan

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement