Lalu, benarkah Anniesa melakukan investasi di galeri ini? Teti Nurhayati menanggapi dugaan tersebut, “Tidak benar, tidak ada investasi Anniesa, kalau mendapatkan sponsor iya betul karena kami ada kerjasama dengan Wardah, karena Wardah mensponsori beberapa desainer, bukan hanya Anniesa Hasibuan saja” ujar Teti.
Kemewahan juga terlihat dari cinderamata Anniesa yang diberikan gratis kepada para undangan yang datang ke pagelaran busananya selama di New York. Cinderamata berupa bros berlapis emas ini merupakan hasil desain Anniesa dengan motif paisley di dalam kotak berlambang huruf A. Tamu dari New York yang mendapatkan cinderamata ini tidak bersedia memberikan tanggapan.
Selama berada di New York, Anniesa dan timnya tinggal di apartemen mewah AKA Residence yang terletak dekat dengan area Central Park. Apartemen yang mirip bangunan kondominium ini dilengkapi dengan kolam renang indoor dan berbagai fasilitas mewah lainnya.
Menurut sumber dari dalam yang tidak mau disebut namanya, Anniesa diperkirakan menyewa apartemen ini dengan harga USD650 atau sekitar Rp10 juta per malam termasuk pajak dan lainnya, minimal untuk 10 hari, sehingga totalnya mencapai Rp100 juta untuk satu kali pagelaran busana di New York untuk satu kamar. Biaya ini belum termasuk biaya lain seperti pesawat, transportasi, makan, hingga keperluan pribadi lainnya.
Lalu bagaimana tanggapan industri fashion New York tentang kasus ini?