Advertisement
Advertisement

Moms, Gusi Bayi Tetap Harus Dibersihkan Walau Belum Tumbuh Gigi Lho

Tiara Putri , Jurnalis-Selasa, 05 September 2017 |12:01 WIB
<i>Moms</i>, Gusi Bayi Tetap Harus Dibersihkan Walau Belum Tumbuh Gigi <i>Lho</i>
Ilustrasi (Foto: Prosites)
A
A
A

HINGGA saat ini, masih banyak balita yang tumbuh dengan kerusakan gigi. Kerusakan yang umumnya dijumpai adalah gigi menjadi berwarna hitam atau mengalami karies. Kebanyakan orang menganggap hal ini dipicu oleh faktor makanan dan minuman yang dikonsumsi anak. Hal itu memang benar adanya. Tapi, faktor kebersihan gigi sejak bayi juga menjadi salah satu penyebab utama gigi balita mengalami kerusakan.

(Baca Juga: Cermin Bisa Bikin Pilar Mobil Tembus Pandang)

Proses pertumbuhan gigi sebenarnya sudah dimulai sejak bayi berada di dalam kandungan. Namun, ketika bayi baru lahir gigi tidak langsung tumbuh melainkan hanya gusi saja yang ada.

Gigi pada bayi umumnya baru muncul saat dia berusia 6 bulan. Banyak orangtua yang lalai untuk menjaga kebersihan mulut bayi. Biasanya mulut baru dibersihkan ketika gigi mulai muncul. Itupun hanya giginya saja. Padahal, gusi juga harus dibersihkan.

"Pertumbuhan gigi pada anak seharusnya tidak bermasalah. Walaupun gigi tumbuh dengan menembus gusi, bila gusinya baik-baik saja tidak akan menyebabkan rasa sakit," ungkap dokter spesialis gigi anak, drg Andria Diarti, SpKGA saat ditemui dalam sebuah diskusi, Senin, 4 September 2017 di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

(Baca Juga: Ilmuwan Ciptakan Lengan Robot Terbaru untuk Bedah Pasien)

Meskipun hanya diberikan ASI selama 6 bulan pertama, gusi bayi tetap bisa kotor. Maka dari itu, orangtua khususnya ibu dianjurkan untuk membersihkan gusi bayi paling tidak dua kali sehari.

Membersihkan gusi bayi cukup mudah dilakukan. Hanya perlu menggunakan kasa steril yang dibasahi dengan air matang kemudian diusapkan ke gusi secara perlahan. Jadwal pembersihan gusi pun sesuai dengan keinginan ibu. Dr Andria menyarankan, agar bayi terbiasa dengan rutinitas pembersihan, jadwalnya bisa mengikuti ketentuan yaitu pagi setelah minum susu dan malam sebelum tidur.

"Tidak masalah meskipun nantinya setelah dibersihkan gusinya bayi akan menyusu lagi karena mereka masih ASI eksklusif, yang terpenting gusi sudah dibersihkan. Selain itu, lidah bayi jangan lupa ikut dibersihkan. Sebab, bakteri juga banyak yang bersarang di lidah," kata dr Andria.

(Baca Juga: Jepang Bantu Indonesia Tingkatkan Kualitas Ahli Endoskopi)

Kebiasaan membersihkan gusi dapat terus berlanjut hingga gigi mulai muncul. Bila gigi sudah mulai banyak yang tumbuh, alat yang dipakai untuk membersihkan gigi bisa diganti dengan sikat gigi. Tapi perlu diingat, biasanya gigi yang lebih dulu muncul adalah bagian depan. Gusi bagian belakang tetap harus dibersihkan menggunakan kasa steril.

Hal itu dikarenakan sejak usia 6 bulan bayi mulai diberikan makanan pendamping ASI di mana biasanya makanan bisa tertinggal di gusi bagian belakang. Bila tidak dibersihkan, makanan yang tertinggal bisa menjadi tempat tumbuhnya bakteri yang memengaruhi kesehatan gusi dan gigi.

(Baca Juga: Moms, Wajib Tahu Tips Cegah Demam Berdarah untuk Bayi Anda)

Menjaga kebersihan mulut, terutama gigi dan gusi, sejak bayi akan membawa keuntungan saat gigi susunya sudah tumbuh secara sempurna. Meskipun gigi susu itu nantinya akan tanggal, tapi kebersihan mulut memengaruhi pertumbuhan gigi permanennya kelak.

Bakteri yang bersarang di gigi atau gusi bila tidak dibersihkan bisa menyebabkan radang gusi, gusi berdarah, dan masalah lainnya. Selain itu, jangan lupa untuk selalu memeriksakan gigi anak ke dokter minimal 6 bulan sekali.

(Helmi Ade Saputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement