Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

OKEZONE WEEK-END: Lebih Mengenal Rabeg, Kuliner Khas Banten yang Selalu Hadir saat Idul Adha

Pradita Ananda , Jurnalis-Sabtu, 02 September 2017 |20:16 WIB
OKEZONE WEEK-END: Lebih Mengenal Rabeg, Kuliner Khas Banten yang Selalu Hadir saat Idul Adha
Rabeg khas Banten (Foto: Istimewa)
A
A
A

JIKA bicara soal perayaan Idul Adha, atau Hari Raya Lebaran Haji walaupun jenis yang disembelih bukan hanya kambing namun melainkan juga sapi, tapi tidak dipungkiri imej sajian hidangan yang melekat pada pesta perayaan Idul Adha adalah masakan daging kambing.

Saat menyebut hidangan khas Idul Adha, kita biasanya langsung terpikirkan sate kambing, tongseng kambing, ataupun gulai kambing. Padahal sejatinya, hidangan khas Idul Adha yang ada di Indonesia, lebih dari itu.

 BACA JUGA:

Seperti halnya yang terdapat di Banten, ada hidangan yang bernama Rabeg. Disebutkan dari berbagai sumber, hidangan satu ini merupakan salah satu hidangan yang biasanya dihidangkan oleh masyarakat di Banten ketika Idul Adha. Rabeg sejatinya dibuat dengan menggunakan bahan baku utama, yakni semua bagian dari kambing. Mulai dari daging, jeroan, hingga tulang. Versi original dari Rabeg disebutkan hadir dengan pemakaian jeroan kambing yang lebih banyak.

Diketahui lebih lanjut, konon katanya Rabeg ini merupakan salah satu makanan favorit dari Sultan Banten Maulana Hasanudin, putra sulung dari Syeikh Syarif Hidayatullah yang tidak lain dan tidak bukan adalah Sunan Gunung Jati. Untuk soal tampilan, Rabeg hadir dengan tampilan visual yang kurang lebih seperti semur daging dengan kuah berwarna kecoklatan. Namun sebagai makanan yang berkuah namun tidak seperti gulai yang menggunakan santan, maka Rabeg ini dibuat tidak dengan memakai santan. Inilah yang membuat Rabeg bisa jadi pilihan alternatif olahan daging kambing khas Nusantara yang lebih ringan, karena tidak menggunakan santan.

Sementara itu, soal bumbu-bumbu yang digunakan sebenarnya Rabeg tidak memerlukan bumbu-bumbu yang cukup simpel yang mudah ditemukan. Misalnya seperti bawang merah dan putih, lada putih, cabai rawit, pala, lengkuas, jahe, daun serai, dan daun salam, serta kecap manis. Namun ada juga yang menambahkan kayu manis, sehingga aroma yang keluar akan lebih kaya.

Sedangkan untuk proses pembuatannya, Rabeg mengalami proses perebusan sebanyak dua kali di mana perebusan yang pertama bertujuan untuk membuat jeroan jadi empuk sekaligus untuk menghilangkan bau prengus atau anyir yang kerap ada pada daging kambing, lalu juga untuk menghilangkan lemak yang terangkat di permukaan air kaldu.

 BACA JUGA:

Kemudian, di proses perebusan selanjutnya berfungsi untuk mencampur daging dan jeroan kambing dengan bumbu rempah-rempah yang sudah ditumis sebelumnya serta kecap manis. Untuk periode waktu memasak, disebutkan biasanya hidangan satu ini memerlukan waktu kurang lebih selama dua jam agar semua bumbu bisa meresap sempurna.

(Dinno Baskoro)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement