Sementara itu, Johnny Siahaan, fotografer profesional yang ikut serta dalam pameran tersebut mengatakan, upaya mengungkap napak tilas Suku Batak lewat fotografi ini mereka lakukan dengan berbagai tantangan yang sangat besar. Dimana mereka menghadapi kendala untuk merekonstruksi beberapa tempat bersejarah yang menjadi bagian penting dalam sejarah perjalanan suku Batak. Hal ini masih bertambah dengan minimnya literatur yang dimiliki mengenai seluruh seluk beluk kehidupan suku Batak.
BACA JUGA:
"Kami menghadapi banyak kendala, namun kita sudah niatkan bahwa ini harus bisa ditelusuri. Dan dengan literatur yang kita miliki, kita berupaya menyajikan kondisi suku Batak pada zaman dulu. Kita berharap upaya ini dilirik pemerintah melalui dinas terkait agar lebih melengkapi daerah masing-masing dengan literatur sejarah. Menurut saya itu penting karena itu jadi bagian dari sejarah yang menjadi kekuatan dalam memajukan industri pariwisata," pungkasnya.
Jhony mengaku, foto-foto yang mereka hasilkan merupakan bagian dari dokumentasi yang diharapkan nantinya dapat menjadi referensi bagi masyarakat untuk mengetahui lebih banyak aspek kehidupan masyarakat batak. Foto-foto itu juga diharapkan bisa menjadi komoditi wisata baru seiring dengan tengah digiatkannya Kawasan Danau Toba sebaga tujuan wisata andalan Indonesia.
“Kalau selama ini masyarakat hanya mendengar cerita, kini mereka akan disugguhkan dengan gambar yang akan memudahkan mereka memahami bangsa batak. Ini persembahan kita untuk membantu pengembangan kebudayaan di kawasan danau toba,”tukasnya.
(Renny Sundayani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.