Seorang pria paruh baya dengan rambut dikucir menyambut kedatangan Okezone di kedai kopi yang berada di bawah jembatan dan di samping rel kereta api di kota Solo. Dengan ramahnya langsung mempersilahkan Okezone masuk ke ruangan kedai kopi yang berada di ruangan lantai bawah. Sayup-sayup terdengar alunan musik dari organ tunggal yang mendendangkan lagu-lagu nostalgia.
Beberapa pengunjung yang sudah berumur terlihat santai menikmati alunan musik lembut ditemani secangkir kopi dan sepiring makanan ringan. Sesekali terdengar suara laju kereta api dan itu menjadi sensasi tersendiri bagi para pengunjung yang rata-rata berusia diatas 45 tahun. Nuansanya akan terasa berbeda di bandingkan pengunjung yang lainnya.
(Foto: Bramantyo)
Kedai Kopi 'DE LANOS', sepintas orang akan mengira itu adalah nama latin, namun menurut pemiliknya Aziz Nugroho, DE LANOS merupakan kepanjangan dari Dendang Lagu Nostalgia. Sesuai namanya kedai kopi DE LANOS ini menyediakan menu andalan yaitu kopi robusta terbaik. Dan jawaranya adalah kopi Aceh.
Owner Kedai Kopi DE LANOS, Aziz Nugroho, menyampaikan pertama kali mendirikan kedai kopi karena keinginannya mencari rasa kopi yang sesungguhnya. Kebanyakan kopi yang dijual di wedangan adalah kopi kemasan (sachet) sehingga rasanya sangat jauh berbeda dengan rasa kopi yang sesungguhnya.
"Saya pingin rasa kopi yang fresh, dan saya ingin konsep wedangan dengan kopi sebagai brandnya," papar Zainal.
Untuk lebih mengenalkan pada masyarakat bagaimana cara menyeduh dan menikmati kopi yang benar adalah, dengan proses pembuatan dari awal, dimulai dari biji kopi yang sudah di sangrai dan digiling di depan customer.
BACA JUGA:
"Kita bikin kopinya secara terbuka, biji kopi di giling atau di gerus dan diseduh langsung dalam kondisi segar. Tak jarang para penikmat kopi justru meracik dan membuat kopinya sendiri di sini," jelas Aziz kepada Okezone belum lama ini.
Ada 10 jenis kopi pilihan yang siap dinikmati para pengunjung. Mulai dari kopi asal Sumatra hingga dari Bali termasuk juga menyediakan kopi luwak asli dari proses alami.
Pengunjung bisa memilih sendiri jenis kopi yang ingin dinikmatinya, dihaluskan dan di seduh langsung.
"Harganya dijual mulai dari Rp12 ribu hingga Rp25 ribu untuk tiap cangkirnya," lanjut Aziz.
Sementara di lokasi yang berbeda, jika Kedai Kopi DE LANOS dikemas dengan menampilkan musik nostalgia, kini Kedai Ngopi Serius bisa dinikmati secara umum, atau semua kalangan.
Kedai kopi ini di desain ala kampung dengan nuansa Jawa yang sarat dengan bangunan kayu yang artistik.
Adam Malik pengelola Kedai Ngopi Serius mengungkapkan awal berdirinya kedai kopi ini sangat sulit. Solo terkenal dengan penikmat teh, dan budaya minum kopi masih kurang familiar, hanya kalangan tertentu saja.
"Sangat jarang ditemukan kopi non sachet yang dijual semuanya pasti kopi instan," jelas Adam Malik.