Proses ini dirangsang oleh akitivitas makan. Itulah mengapa kita merasa ingin buang air besar atau kentut setelah makan.
Tapi aktivitas seks juga bisa memicu buang angin. Pasalnya, seks melibatkan banyak tekanan pada rektum Anda. Jika Anda memiliki gas di dalam sana yang belum terbuang sebelumnya, dan anus Anda tidak cukup kuat untuk menahannya, bukannya tidak mungkin sesi bercinta Anda akan sedikit diinterupsi oleh bebauan khas.
Penyebab wanita kentut saat berhubungan seks bisa berbeda
Laki-laki dan perempuan bisa sama-sama kentut saat seks karena alasan di atas. Tapi khususnya pada wanita, kentut saat berhubungan seks bisa berasal dari tempat berbeda selain anus, yaitu lewat Miss V.
Buang angin melalui Miss V, disebut queef, tidak disebabkan oleh aktivitas bakteri dalam sistem pencernaan. Queef adalah hasil dari pelepasan udara yang terjebak di dalam vagina. Pasalnya, Miss V tidak berbentuk seperti tabung lurus melainkan bergelombang dan berkerut-kerut, sehingga memudahkan udara terperangkap di dalam Miss V. Terjadinya queef juga biasanya dihubungkan dengan melemahnya otot-otot yang terdapat di Miss V dan pelvis.
Tidak seperti buang angin yang berasal dari anus, kentut yang berasal dari vagina tidak berbau.