Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

OKEZONE WEEK-END: 6 Tahun Jadi Barista, Ajat Ngaku Awalnya Kecemplung di Dunia Kopi!

Pradita Ananda , Jurnalis-Minggu, 27 Agustus 2017 |09:30 WIB
OKEZONE WEEK-END: 6 Tahun Jadi Barista, Ajat <i>Ngaku</i> Awalnya <i>Kecemplung</i> di Dunia Kopi!
Barista (Foto: Freshcup)
A
A
A

GARIS hidup seseorang, memang tidak ada yang pernah bisa tahu dan duga. Seringkali, sesuatu yang kita anggap biasa, namun di kemudian hari malah bisa membuat jatuh cinta.

Seperti pengalaman yang dialami sendiri oleh, Abdul Sudrajat, salah satu barista andal pengracik kopi di Woolloomooloo Coffee, Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Pria 24 tahun tersebut, menuturkan terjunnya ia sebagai salah satu pelaku di dunia industri kopi adalah karena faktor ketidaksengajaan.

 BACA JUGA:

OKEZONE WEEK-END: Duh... 5 Barista Cantik Berikut Ini Bikin Gagal Fokus dan Pasti Betah Nongkrong di Coffee Shopnya!

Geliat Pesat Petani Kopi di Lampung agar Robusta Jadi Unggulan di Tanah Air

"Awalnya jadi barista itu, bisa dibilang malah kecemplung, hehehe. Perjalanan saya itu awalnya part time di salah satu gerai kopi besar dan terkenal di Indonesia, lalu lama-lama kemudian naik menjadi pegawai full time, dan eh lanjut sampai sekarang," ujar pria yang lebih akrab disapa Ajat ini kala ditemui Okezone di Woolloomooloo Coffee, belum lama ini.

Selanjutnya, pria yang sudah menjadi barista sejak Woolloomooloo Coffee milik Valencia Tanoesoedibjo dibuka pertama kali pada 2016 lalu ini mengaku lama-kelamaan ia merasa jatuh cinta dengan kopi dan menyadari bahwasanya kopi adalah passion atau hasrat dari dirinya.

"Berjalannya waktu, saya merasa senang, enjoy sama pekerjaan ini. Kopi jadi passion saya, sebagai barista saya senang karena kita harus tahu dan paham betul akan proses dari hulu ke hilirnya kopi. Jadi dari mulai cocok tanam, pola tanam, pemanggangan biji kopi, sampai akhirnya bisa jadi secangkir kopi yang siap diminum," imbuhnya.

Sementara itu, perihal belajar tentang kopi, Ajat menyebutkan dirinya mengkombinasikan antara program pelatihan training kopi yang ia ikuti dengan pengalamannya langsung berprofesi sebagai barista sejak 2011 alias enam tahun yang lalu. Ajat juga bercerita, bahwa masa-masa ia mengawali karir sebagai seorang barista. Dulu bidang profesi ini masih dianggap sebelah mata, sebagai pekerjaan yang tidak bergengsi.

"Duh dulu, sekitar 6 tahun lalu pas mulai jadi barista pekerjaan ini dilihat sebelah mata lah karena bisa dibilang kalah pamor sama profesi bartender. Nah, sekarang semakin ke sini, seiring dengan perkembangan coffee shop di Indonesia saya melihatnya barista sudah jadi profesi yang banyak orang incar, berbondong-bondong orang ingin jadi barista, sudah jadi profesi yang bergengsi lah sekarang," ungkapnya lagi.

BACA JUGA:

Barista Tidak Akan Pesan Ini di Coffee Shop

Perang Barista di Lampung: Tak Hanya Sekadar Menyeduh Kopi

Menurut Ajat, kondisi tersebut juga tidak bisa terlepas dari dukungan yang cukup aktif ditunjukkan dari pihak pemerintah. "Beberapa tahun belakangan ini, barista jadi kerjaan yang diminati, soalnya pemerintah kita juga sudah mulai peduli dengan profesi barista itu sendiri. Banyak event-event kopi dari yang berskala nasional sampai internasional yang Indonesia bisa gelar dan ikuti," tandasnya.

Terakhir, sudah berkecimpung di dunia kopi kurang lebih selama enam tahun. Ajat mengaku dengan gamblang, bahwasanya dirinya bangga memiliki titel pekerjaan sebagai barista.

" Enam tahun sudah jadi barista, saya percaya diri dan menikmati pekerjaan ini karena kopi adalah passion saya," tutupnya

(Dinno Baskoro)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement