Ia menambahkan, kalau anak terbiasa dapat segala sesuatu dengan mudah, tanpa berjuang, dan selalu difasilitasi orangtua, tentu anak jadi tidak terbiasa memahami kebutuhannya sendiri.
"Jadi tanpa dia merasa butuh pun, sudah ada disediakan. Saat dewasa dia jadi kesulitan memahami kebutuhannya sendiri. Belum lagi kebiasaan dari kecil tidak berjuang sudah langsug dapat apa yang dimau, dia jadi malas berjuang utk memenuhi kebutuhannya sendiri karena nanti toh bakal ada orangtua yang menyediakan," jelasnya.
Psikolog lulusan Universitas Padjajaran ini pun menyebut usaha anak untuk mendapat kesuatu jadi kurang. Bahkan kerap menggunakan cara instan tanpa mempertimbangkan risiko. Ingin kerja gampang, tapi dapat uang banyak.
"Baiknya memang seimbangkan dengan usaha anak untuk berusaha mendapatkan segala sesuatunya dengan berjuang. Dengan begitu anak jadi lebih menghargai apa yg mereka dapatkan juga," tukasnya.
(Renny Sundayani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.