Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menerawang Gaya Hidup Mewah Bos First Travel Anniesa Hasibuan, Bisa Jadi Efek Gaya Hidup sejak Kecil

Vessy Frizona , Jurnalis-Jum'at, 25 Agustus 2017 |09:58 WIB
Menerawang Gaya Hidup Mewah Bos First Travel Anniesa Hasibuan, Bisa Jadi Efek Gaya Hidup sejak Kecil
Anniesa Hasibuan (Foto: Okezone)
A
A
A

KASUS penyelewengan dana nasabah yang dilakukan bos First Travel terus memasuki babak baru. Saat ini polisi sedang menggeledah harta kekayaan pasangan suami-istri Adika Surachman dan Anniesa Hasibuan.

Dalam penggeledahan ditemukan barang mewah yang ada di dalam rumah, termasuk untuk keperluan fashion sehari-hari sang nyonya. Ya, sebagai perancang busana, Anniesa Hasibuan memang tak mau ketinggalan tren. Ia kerap memakai tas branded bernilai hingga ratusan juta rupiah untuk menunjang penampilannya.

Baca Juga: Liburan Mewah nan Mesra Bos First Travel, dari Nikmati Romantisme di Bawah Aurora hingga Hujan Salju

Foto-foto gaya hidup serba 'wah' yang diperlihatkan pasangan ini di muka publik memang membuat orang geleng-geleng kepala. Pasangan ini kerap belibur ke Eropa dengan fasilitas high class, tinggal di rumah serba emas, dan gaya busana setara dengan selebriti hollywood.

Perilaku gaya hidup mewah dan konsumtif Anniesa Hasibuan mendapat sorotan dari psikolog. Menurut Psikolog Klinis, Arrundina Puspita Dewi, M.Psi, Psikolog gaya hidup berlebihan seseorang ketika dewasa bisa dipengaruhi oleh gaya hidup sejak kecil.

"Orangtua yang bisa memanjakan anak hidup serba ada akan membuat anak melakukan berbagai cara untuk mendapakan keinginan mereka dengan cara mudah," kata Arrundina kepada Okezone, Jumat (25/8/2017).

Intip 5 Tas Mewah Milik Bos First Travel Anniesa Hasibuan, Totalnya Mencapai Rp900 Juta!

Ia menambahkan, kalau anak terbiasa dapat segala sesuatu dengan mudah, tanpa berjuang, dan selalu difasilitasi orangtua, tentu anak jadi tidak terbiasa memahami kebutuhannya sendiri.

"Jadi tanpa dia merasa butuh pun, sudah ada disediakan. Saat dewasa dia jadi kesulitan memahami kebutuhannya sendiri. Belum lagi kebiasaan dari kecil tidak berjuang sudah langsug dapat apa yang dimau, dia jadi malas berjuang utk memenuhi kebutuhannya sendiri karena nanti toh bakal ada orangtua yang menyediakan," jelasnya.

Berkunjung ke Rumah Mewah Bos First Travel Anniesa Hasibuan, Terasa bak Sambangi Istana Negeri Dongeng

Psikolog lulusan Universitas Padjajaran ini pun menyebut usaha anak untuk mendapat kesuatu jadi kurang. Bahkan kerap menggunakan cara instan tanpa mempertimbangkan risiko. Ingin kerja gampang, tapi dapat uang banyak.

"Baiknya memang seimbangkan dengan usaha anak untuk berusaha mendapatkan segala sesuatunya dengan berjuang. Dengan begitu anak jadi lebih menghargai apa yg mereka dapatkan juga," tukasnya.

(Renny Sundayani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement