Kemudian, drg. Febrina juga menjelaskan bahwa sariawan sendiri banyak jenisnya. Kondisi menyerupai sariawan kadang yang akhirnya membuat pasien salah mengartikan masalah sariawan itu sendiri. Sederhananya, sariawan itu bisa disebabkan karena genetika, adanya masalah kesehatan di tubuh, kegigit, atau juga karena sistem imun yang melemah.
Sementara itu, di masyarakat Indonesia sepertinya anggapan-anggapan miring mengenai sariawan ini masih banyak beredar. Karena itu, drg. Febrina coba menjelaskan lebih lanjut mengenai anggapan yang ada di masyarakat supaya informasi mengenai sariawan ini tidak lagi menjadi hal yang dibiarkan bahkan tidak diperdulikan.
1. Kontak fisik bisa menularkan sariawan
Salah satu bentuk kontak fisik yang menjadi penyebab penularan sariawan adalah ciuman. Ya, banyak orang beranggapan jika berciuman dengan orang yang memiliki sariawan, penyakit mulut tersebut bisa menular. Dijelaskan drg. Febrina, kondisi tersebut ada benarnya.