BACA JUGA: Parade Kuda Renggong dan Domba Adu Ikut Meriahkan Karnaval Kemerdekaan di Bandung
“Saya masih mengingatnya, tato itu sangat menyakitkan dan saya menangis, menolak untuk di tato,” ungkap Djena Benzhara, salah seorang perempuan berusia 74 tahun asli Aljazair, seperti yang dikutip dalam Africa News.
Mitos yang terkait dengan tradisi tato Aljazair ini justru sangat bertolak belakang dengan pengertian cantik yang dianut. Pasalnya, seperti yang dikutip dalam Africa News, perempuan-perempuan awalnya dipaksa untuk membuat tato di wajah mereka agar tidak terlihat menarik bagi tentara Prancis yang menjajah saat itu. Tapi, di sisi lain, keyakinan untuk menato wajah juga karena para wanita telah dianggap berdosa terhadap Tuhan.
BACA JUGA: Asyik! Tak Hanya Unta, di Dubai Anda Juga Bisa Main Ski Hingga Selfie Bareng Singa Laut
(Renny Sundayani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.