Festival dilaksanakan pada Muharam tepat di hari kesepuluh tersebut, dilakukan oleh Chennai salah satunya, laki-laki yang mengikuti festival Ashura berjalan beriringan dan bersama-sama dengan yang lain sambil menyakiti diri mereka. Dengan berjalan tanpa alas kaki, mereka membawa pisau dan senjata tajam untuk ditorehkan kepala mereka hingga darah keluar dan mengalir melewati wajah.
Tidak hanya itu, selain menorehkan dan menyayat kepala sendiri, kaum Adam yang mengikuti festival berdarah ini juga ada yang mencambuk diri mereka sendiri dengan pisau atau pisau cukur hingga meninggalkan luka sayatan di punggung yang menganga mengerikan.
Selain Chennai, Baghdad dan Irak juga masih melaksanakan festival Ashura. Di Baghdad bahkan festival juga diikuti oleh anak-anak, mereka mencengkram pisau besar di tangan mereka untuk disayatkan ke kepala mereka sendiri. Sementara di Irak, peserta festival membanjiri jalan-jalan kota dengan darah yang mereka keluarkan sendiri
Walaupun festival ini diniatkan agar dosa-dosa terhapuskan, akan tetapi beberapa pemimpin agama memandang ritual tersebut tidak memiliki basis dalam sejarah Islam dan justru dapat menciptakan citra negatif karena mendorong orang untuk menyumbangkan darah sebagai penebus dosanya.
(Baca Juga: BACKPACKER DIARY: Membelah Rimba Sambil Menyusuri Sungai Maron Pacitan)
(Renny Sundayani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.