Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bebas Jerawat, Bantal Tidur Harus Diganti Setiap 6 Bulan Sekali

Agregasi Hellosehat.com , Jurnalis-Selasa, 22 Agustus 2017 |18:07 WIB
Bebas Jerawat, Bantal Tidur Harus Diganti Setiap 6 Bulan Sekali
Ilustrasi (Foto: Google)
A
A
A

Sebenarnya tungau tidak membawa penyakit. Akan tetapi enzim di kotoran tungaulah yang bisa membuat beberapa orang alergi. Pada orang yang memiliki asma, kehadiran tungau ini bisa membuat gejala asmanya lebih buruk. Selain itu, apabila Anda mengalami pilek berkepanjangan, batuk yang terus-menerus, ataupun mata gatal dan berair bisa jadi itu karena tungau dan kotorannya yang menempel di bantal. Karena itu jika pilek atau batuk Anda tidak sembuh-sembuh, cobalah dulu mengganti bantal Anda.

3. Bikin leher pegal karena “salah bantal”

Bentuk bantal yang sudah dipakai terlalu lama akan lapuk dan mengempis sehingga tidak nyaman untuk dipakai. Pada akhirnya, inilah yang sering menyebabkan Anda mengeluh sakit-sakit di leher dan bahu karena “salah bantal”. Pasalnya leher dan kepala Anda semalaman tidak tersangga dengan baik. Jadi, jika bantal Anda sudah kempes relakan saja untuk diganti yang baru.

Idealnya, harus seberapa sering ganti bantal?

Kebiasaan yang sering dilakukan banyak orang adalah hanya rutin mencuci sarung bantal maupun seprainya saja. Padahal, seperti halnya sarungnya, bantal tidur juga perlu dicuci rutin. Bantal yang terbuat dari bahan sintetis dapat dicuci dengan menggunakan mesin cuci. Jangan lupa pastikan jika bantal tidur yang Anda cuci dibilas sampai bersih agar tidak ada detergen yang tersisa. Namun, untuk bantal yang terbuat dari bulu, Anda bisa mencucinya di laundry dan minta di-dry clean.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement