Awal kisah Kuil Jison In saat seorang dokter datang untuk beribadah dan berdoa untuk pasiennya yang sedang menjalani perawatan kanker payudara. Kemudian dokter tersebut bertanya pada staf kuil untuk menempatkan dekorasi payudara sebagai simbol agar pasiennya sembuh. Kemudian, seiring bergulirnya waktu dan kabar pun menyebar cepat, orang-orag dari penjuru negeri pun datang untuk berdoa, agar semua jenis masalah kesehatan yang dapat membahayakan keselamatan ibu, anak perempuan, istri dan saudara perempuan mereka dijauhkan.
Jison In didirikan di kaki gunung seakan berfungsi sebagai gerbang menuju Gunung Koya yang dianggap sakral bagi masyarakat setempat. Legenda mengatakan, Kuil Jison In dibangun oleh seorang tokoh agama yang paling disegani pada masanya, yaitu Kobo Daishi. Ia membangun kuil sakral tersebut pada awal abad ke-9, selain dikenal sebagai salah satu tokoh agama yang paling penting di Jepang, Kobo Daishi juga merupakan seorang pendiri Buddhisme Shingon.
(Baca Juga: Pekerjaan Teraneh di Dunia, Salah Satunya Mendorong Penumpang Masuk ke Kereta)
Suatu ketika, ibu dari Kobo Daishi datang berkunjung untuk melihat kompleks yang ada dibangun oleh anaknya di Gunung Koya. Ibunya tinggal di Kuil Jison In pada saat itu karena perempuan tidak diperkenankan unTuk memasuki Koyasan. Akhirnya, Kobo Daishi harus turun dari gunung sebanyak sembilan kali dalam sebulan untuk melihat ibunya, maka dari situ lah Desa Kudoyama dinamakan yang artinya sembilan kali gunung, dikutip dari Amusing Planet, Senin (21/8/2017).
(Renny Sundayani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.