Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

4 Cara Mudah Cegah Alzheimer, Kuasai Bahasa Asing Salah Satunya

Tiara Putri , Jurnalis-Sabtu, 19 Agustus 2017 |17:28 WIB
4 Cara Mudah Cegah Alzheimer, Kuasai Bahasa Asing Salah Satunya
Melawan Alzheimer (Foto: Express)
A
A
A

SEIRING bertambahnya usia, fungsi tubuh mulai mengalami penurunan. Begitu juga dengan fungsi otak. Di tingkat yang lebih parah, penurunan fungsi otak bisa menyebabkan kelainan pada otak. Salah satu kelainan pada otak adalah terkena Alzheimer.

(Baca Juga: WASPADA! 10 Tanda Gagal Ginjal Paling Sulit Dikenali, Bau Mulut hingga Sering Sesak Napas)

Orang yang memiliki penyakit Alzheimer biasanya akan kehilangan ingatan, mengalami kesulitan untuk berbicara dan berbahasa, serta terjadinya perubahan kepribadian. Umumnya penyakit ini dialami oleh orang-orang yang berusia 65 tahun ke atas dan lebih banyak dialami oleh perempuan. Tapi tidak menutup kemungkinan bisa terjadi pada orang yang usianya lebih muda.

Alzheimer merupakan salah satu jenis penyakit demensia yang hingga kini belum diketahui secara pasti apa penyebabnya. Beberapa faktor yang sering dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit Alzheimer antara lain bertambahnya usia, riwayat kondisi keluarga, cedera kepala parah sebelumnya, faktor gaya hidup, serta kondisi yang terkait dengan penyakit kardiovaskular seperti diabetes dan tekanan darah tinggi. Meskipun bisa menyerang siapa saja, bukan berarti Alzheimer tidak bisa dicegah.

 (Baca Juga: Tinggalkan Roti, Sarapan Makan 8 Sayur dan Buah Ini Bikin Perut Kenyang Sampai Siang)

Dilansir dari Express, Sabtu (19/8/2017), ada 4 cara mudah untuk memperlambat atau mencegah terjadinya penyakit ini, yaitu;

Mempelajari bahasa lain

Mampu menguasai bahasa negara lain selain Bahasa Indonesia bukan hanya menandakan diri Anda pintar atau memudahkan untuk berkomunikasi dengan warga negara lain. Sebuah studi yang dilakukan oleh University of Ghent menemukan bahwa menguasai dua bahasa atau lebih bisa menunda timbulnya penyakit Alzheimer hingga empat tahun. Hal itu dikarenakan kemampuan untuk berbicara lebih dari satu bahasa bisa memperlambat penuaan kognitif.

Meminum jus

Buah dan sayur telah terbukti membawa dampak positif untuk tubuh. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengonsumsi keduanya. Selain dimakan langsung, bisa juga dengan dibuat jus. Penelitian dari Universitas Vanderbit mengatakan, mengonsumsi jus buah segar paling tidak tiga kali seminggu bisa mengurangi risiko pengembangan Alzheimer sebesar 76 persen.

Berlari secara teratur

Lari adalah olahraga yang paling mudah dilakukan kapan saja dan di man saja. Selain mudah dilakukan, berlari juga bisa mengurangi risiko terjadinya Alzheimer. Menurut penelitian yang dipublikasikan di Journal of Alzheimer's Disease, berlari 7-13 km per minggu bisa mengurangi risiko sebanyak 6%. Tak hanya berlari cepat, lari santai seperti jogging setidaknya 24 km per minggu bisa mengurangi risiko sebanyak 40%.

 (Baca Juga: Susah Bedakan Bau Bensin dan Permen? Awas, Indikasi Awal Kepikunan)

Tidur dalam waktu yang cukup

Banyak penelitian yang mengungkapkan kurang tidur berkaitan dengan peningkatan risiko Alzheimer yang lebih besar. Saat seseorang memiliki tidur yang cukup, maka proses membersihkan otak, beta-amyloid, menjadi lebih aktif bekerja. Sehingga membantu menurunkan risiko Alzheimer.

(Renny Sundayani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement