Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Eliminasi Hepatitis C di 2030, Apa Upaya Kemenkes?

Tiara Putri , Jurnalis-Rabu, 16 Agustus 2017 |15:44 WIB
Eliminasi Hepatitis C di 2030, Apa Upaya Kemenkes?
Ilustrasi (Foto: Healthywomen)
A
A
A

TAHUN 2030, badan kesehatan dunia (WHO) berencana mengeliminasi penyakit Hepatitis C karena bisa diobati. Seiring berjalannya waktu, kini telah ditemukan obat baru untuk mengobati Hepatitis C yaitu Direct Acting Antivirals (DAA).

Obat ini memiliki tingkat keberhasilan penyembuhan di atas 90% karena bisa menghambat replikasi virus. Selain itu, DAA tersedia dalam bentuk oral dan memiliki efek samping yang lebih rendah.

(Baca Juga: AWAS! Selain Mengiritasi Mata, Asap Dupa Bisa Memicu Kanker)

Hingga saat ini, obat DAA yang teregistrasi di Badan POM ada lima jenis yaitu sofosbuvir, simeprevir, sofosbuvir+ledipasvir, grazoprevir + elbasvir, serta daclatasvir. Jenis obat DAA yang telah dimasukkan oleh Kementerian Kesehatan ke pelayanan dan akses obat BPJS adalah sofosbuvir, simeprevir, dan ribavirin.

"Pendistribusian obat ini diprioritaskan kepada provinsi yang jumlah pengguna jarum suntiknya lebih banyak, rumah sakit yang memiliki KEGH, dan berdasarkan hasil koordinasi dengan PPHI," ungkap dr Wiendra Waworuntu, M.Kes selaku Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan RI saat ditemui dalam sebuah forum diskusi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (16/8/2017).

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement