Dulunya rumah ini terletak di sebelah Sungai Citarum. Namun karena terjadi abrasi sungai, di tahun 1957 letak rumah harus dipindah kurang lebih 150 meter dari tempat aslinya. Rumah yang sempat ditinggali beberapa jam oleh Soekarno dan Hatta itu kini diurus oleh cucu Djiaw Kie Song, Djiaw Kim Moy. Tidak banyak yang berubah dari rumah itu.
(Baca Juga: Hore! KAI Gratiskan Tiket Kereta di Hari Kemerdekaan RI Ke-72)
Menurut cerita Djiaw Kim Moy, beberapa bangunan rumah masih ada yang asli seperti ruang tamu, lantai, serta bentuk kamar yang ditempati Soekarno dan Hatta. Sementara barang-barang yang dulu pernah digunakan seperti ranjang tidur dari kayu jati, cangkir, teko, dan kursi telah dipindahkan ke Museum Mandala Wangsit di Bandung agar mendapatkan perawatan yang lebih baik. Keluarga Djiaw Kim Moy hanya mendapatkan piagam penghargaan saja.
(foto: BBC)
Selain bentuk kamar tidur dan ruang tamu yang masih asli, di rumah ini juga terpajang beberapa foto diri Soekarno, Djiaw Kie Song, dan beberapa tokoh penting yang pernah datang berkunjung. Bangunan rumah juga hanya dituliskan "cagar budaya". Tidak ada informasi lebih detail tentang rumah tersebut, terutama saat kejadian pengasingan Soekarno dan Hatta.