Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengapa Anak Usia 4-6 Tahun Lebih Suka Main dengan Temannya?

Koran SINDO , Jurnalis-Senin, 14 Agustus 2017 |16:00 WIB
Mengapa Anak Usia 4-6 Tahun Lebih Suka Main dengan Temannya?
(Foto: Antara)
A
A
A

“Menjadikan generasi maju dengan membuat anak sehat adalah fondasinya. Kita juga harus bisa memberi stimulasi yang baik, ada teknik yang benar dan disesuaikan usia anak. Namun, terkadang orang tua memiliki keterbatasan, tetapi bisa menambah pengetahuannya dengan datang dalam acara parenting seminar atau mengakses website ,” papar Anna.

Beberapa keterampilan sosial yang perlu dikuasai anak di antaranya bermain dan bekerja sama, berkompetisi sehat, sabar menunggu, sopan santun, selesaikan atau damaikan pertengkaran, marah tanpa mengganggu orang lain, ikut aturan, peduli terhadap yang sakit atau kekurangan.

“Keterampilan sosial harus dibangun sejak dini. Anak 1-3 tahun sudah bisa main bersebelahan dengan temannya, tapi belum bisa berinteraksi. Tidak banyak bicara dengan orang di sebelahnya karena keterampilan bicaranya belum terasah. Kadang saling meniru dengan teman, tapi tidak main bersama. Kadang takut bertemu orang yang jarang ditemui, sebaiknya sebelum bertemu diceritakan dulu, perdengarkan suaranya,” ungkap Anna.

Sedangkan Pada usia 4-6 tahun, anak lebih suka bermain bersama teman daripada orang tua, lebih bisa mengontrol diri dan tidak meledak-ledak. “Bisa bekerja sama, senang bercanda dan berimajinasi, berusaha menyenangkan orang lain dan takut dihukum. Anak kadang berbuat baik bukan karena sadar aturan, tapi takut dihukum,” beber Anna.

(Baca Juga: Foto Anak yang Tidak Boleh Diunggah ke Media Sosial)

Dia juga menuturkan, ada berapa hal yang diperlukan untuk mengembangkan keterampilan sosial anak pada tahap awal, di antaranya kedekatan dengan orang tua, lalu memunculkan rasa percaya pada orang tua yang membuat anak akhirnya menjadi mandiri.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement