Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

6 Dokter Ganteng dan Cantik Paling Bikin Baper, Ada yang Kembar Identik!

Helmi-Tiara-Sukardi , Jurnalis-Minggu, 13 Agustus 2017 |20:30 WIB
6 Dokter Ganteng dan Cantik Paling Bikin Baper, Ada yang Kembar Identik!
Dokter ganteng dan cantik
A
A
A

4. Dokter Ganteng Punya Kemampuan Ajaib

Seorang dokter baru bisa mendiagnosis penyakit pasiennya apabila sudah memeriksa serangkaian hasil tes yang dijalani oleh pasien. Tapi, seorang dokter ahli saraf di Boston, Joel Salinas bisa mendeteksi penyakit pasien hanya dengan genggaman tangan atau menyentuhnya.

Ada beberapa hal aneh yang terjadi pada Salinas saat bertemu dengan pasiennya. Ketika bertemu dengan seorang pasien perempuan yang tidak bisa berbicara dan memiliki cerebral palsy, dokter berusia 33 tahun itu tiba-tiba merasa nafasnya membeku yang membuatnya merasa tercekik. Tak hanya itu, dia juga merasakan sensasi yang tak biasa di paru-nya. Setelah melakukan rangkaian tes pada pasien perempuan itu, ternyata pasien memiliki pembekuan darah di paru-parunya.

(Foto: Nypost)

Di lain waktu, ada seorang pasien yang mengalami migrain datang kepadanya. Tiba-tiba, Salinas akan merasa ada beban yang berat pada kepalanya. Lalu pada saat membantu persalinan, kontraksi yang terjadi pada perut pasien dialami juga oleh perutnya. Bahkan, saat dia naik kereta bawah tanah dan ada orang yang mengalami depresi, kecemasannya menular pada Salinas.

Kondisi yang dialami oleh Salinas dikenal dengan istilah mirror touch synesthesia atau sinestesia cermin. Ini adalah kondisi di mana adanya peningkatan aktivasi sistem neuron cermin dengan konektivitas yang lebih besar di bagian otak. Hal itu menyebabkan persepsi dan empati sosial menjadi lebih besar sebab otak cenderung memperlakukan tubuh orang lain seolah-olah itu adalah tubuhnya sendiri.

Salinas pertama kali menyadari bahwa dirinya memiliki sinestesia cermin saat dirinya masih berusia 23 tahun setelah meneliti dan membaca literatur ilmiah. Lalu dirinya melakukan perjalanan ke Inggris di tahun 2014 untuk menjalankan tes neurologis. Pada awalnya, Salinas merasa kondisi yang dimilikinya terkadang merepotkan karena harus membuatnya merasakan sensasi emosional dan fisik orang lain. Tapi kemudian, dia menganggap bahwa itu adalah ciri neurologis yang menarik.

Itulah yang membuat Salinas memutuskan untuk mengejar karier di bidang kedokteran karena bisa membantu orang dalam kesulitan. “Berbagi rasa sakit dan penderitaan dengan orang lain membuat pasien tidak merasa sendirian. Motivasi saya untuk membantu orang lain menjadikan saya sebagai seorang dokter seperti sekarang,” tutur Salinas seperti yang dikutip dari New York Post.

(Helmi Ade Saputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement