BACA JUGA:
Lebih lanjut Sara juga mengungkapkan, bahwa ia menilai ada kemungkinan besar hidangan pasta yang ia makan tersebut sudah terkontaminasi dengan obat yang mengandung Letrozole tersebut. Pasalnya, sang Ibunda dari Sara adalah seorang penderita kanker payudara sejak 2005 lalu, kemudian ditambah dengan faktor bahwa tempat penyimpanan obat tersebut jaraknya dekat dengan area tempat hidangan pasta tersebut dimasak. Sara pun juga menjelaskan bahwa sang Ibunda, memang sengaja menaruh obat dengan kandungan Letrozole tersebut di area dapur agar obat-obat tersebut tidak lupa untuk dikonsumsi setiap harinya.
Tidak terima mendapatkan konsekuensi larangan bertanding karena gagal dalam tes penggunaan obat-obatan ini, sontak Sara dan sang suami pun langsung menggelar rekonstruksi untuk melihat sendiri apakah pil Letrozole tersebut bisa masuk terlarut menyatu dengan makanan, sehingga keberadaanya tersamarkan dengan sempurna.
Hasil dari rekonstruksi tersebut, Sara dan sang suami mengklaim bahwa benar adanya obat tersebut menjadi larut masuk tidak hanya pada kaldu tetapi juga adonan daging yang digunakan untuk membuat hidangan tortellini.
Kasus Sara ini sendiri, diketahui masuk sebagai kasus atlet gagal dalam uji tes obat-obatan paling terkenal sejak kasus serupa yang terjadi pada atlet tenis kenamaan dunia lainnya, Maria Sharapova pada Maret 2016 lalu.
(Dinno Baskoro)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.