(Baca Juga: Derita Perokok Pasif yang Berisiko Kena Penyakit Mematikan)
Bau yang menempel itu disebut sebagai third hand smoke di mana tetap memiliki risiko untuk menyebabkan penyakit apabila terhirup dan masuk ke dalam tubuh. Untuk itu, agar tidak membahayakan dirinya maupun orang lain, perokok aktif harus berusaha menghentikan kebiasaannya. Lepas dari rokok memang bukanlah hal yang mudah. Perlu tekad yang kuat dalam diri si perokok.
Menurut dr Feni, saat seseorang mencoba berhenti merokok, dia akan merasakan perasaan gelisah, sulit tidur dan berpikir, pencernaannya terganggu, dan masih banyak lagi. Hal itu dikarenakan rokok mengandung zat nikotin yang menyebabkan kecanduan.
“Rasa ketidaknyamanan itu biasanya berlangsung kurang lebih selama 4 minggu. Setelahnya orang mulai terbiasa,” kata dr Feni. Akibatnya bila seseorang tidak kuat dengan rasa ketidaknyamanannya, dia akan kembali merokok.
Cara lain yang bisa dilakukan adalah mengingatkan para perokok untuk berhenti dari kebiasaannya. Cara ini bisa dilakukan oleh keluarga atau orang terdekatnya. Bila diingatkan terus menerus tanpa merasa bosan, secara tidak sadar hal itu akan memberi pengaruh kepada perokok agar berhenti merokok.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.