Advertisement
Advertisement

25 Ribu Perokok Pasif Telah Meninggal, Waspadai Bahaya Third Hand Smoke

Tiara Putri , Jurnalis-Rabu, 09 Agustus 2017 |16:34 WIB
25 Ribu Perokok Pasif Telah Meninggal, Waspadai Bahaya <i>Third Hand Smoke</i>
Ilustrasi (Foto: Philippinereporter)
A
A
A

Baik perokok pasif maupun perokok aktif memiliki tingkat bahaya yang sama, tidak ada level amannya. Tapi, perokok pasif selalu menjadi korban penyakit. Seorang bapak bernama Zainudin harus menjalani operasi kanker pita suara dan jakun karena tinggal di lingkungan yang penuh asap rokok.

(Baca Juga: Merokok Dampaknya Tak Hanya Serangan Jantung dan Kanker)

Untuk tetap menjalani hidup, kini ada sebuah lubang yang berada di bawah lehernya agar dia bisa bernapas dan berbicara. Hal itu membuat suara pria yang berumur 44 tahun itu terdengar seperti robot.

Melihat banyaknya masalah yang bisa ditimbulkan oleh asap rokok, perokok pasif rasanya harus memiliki keberanian untuk menegur orang-orang yang merokok di sekitarnya. Terlebih saat ini sudah ada peraturan yang mendukung larangan merokok di ruang publik. Selain keberanian dari perokok pasif, perokok aktif pun harus menyadari bahaya yang dia timbulkan apabila merokok di tempat umum.

“Langkah paling baik sebenarnya adalah berhenti merokok. Bahkan jika seseorang merokok di ruangan terpisah, apabila dia masuk ke ruangan yang dipenuhi banyak orang tetap membahayakan. Sebab bau asap rokok masih menempel di seluruh bagian tubuh seperti rambut, baju, dan celana. Di dalam bau yang menempel itu sebenarnya tersimpan partikel-partikel yang mengandung zat-zat berbahaya,” ungkap dokter spesialis paru, dr Feni Fitriani Taufik, Sp.P(K) saat ditemui dalam sebuah diskusi publik, Rabu (9/8/2017) di kawasan Jakarta Pusat.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement