Unconditional love sesungguhnya sangat mengerikan, menyakitkan dan butuh pengorbanan besar untuk menerima seseorang. Bukan sekadar kecupan di malam penuh gairah, atau sukacita seperti yang dibawa anak ke hati ibunya.
Banyak persepsi keliru tentang ungkapan cinta tanpa syarat. Sepertinya anggapan umum mengira cinta tanpa syarat adalah sikap dan rasa menerima pasangan apa adanya, dalam kondisi apa pun meski dia belaku kasar bahkan sampai menginjak-injak harga diri.
Baca Juga: Dekorasi 'Berkelas' dengan Budget Minim, Mainkan Hiasan Dindingnya!
Seorang ilmuan, Profesor Mario Beauregard di Montreal University Centre for Research to Neurophysiology and Cognition, melakukan penelitian dan menemukan bahwa tidak sulit untuk memiliki kemampuan cinta tanpa syarat. Tetapi, yang lebih penting adalah mengelola area otak secara spesifik lalu diaktifkan selama proses ini. Melepaskan Dopamin-zat kimia yang terlibat dalam merasakan kenikmatan. Mencintai tanpa pamrih agar menjadi usaha yang saling menguntungkan.
Mencintai seseorang tanpa syarat berarti mencintai esensi individu. Terlepas dari apa yang mereka lakukan atau gagal lakukan, tanpa mengharapkan imbalan apa pun - termasuk cinta. Namun, ini adalah salah satu konsep yang paling disalahpahami. Jika menawarkan cinta tanpa syarat adalah misi Anda dalam hidup, Anda perlu berhati-hati terhadap perbedaan yang sangat tipis ini.