"Dengan menghilangkan alga dari ekosistem laut dan mengubahnya menjadi bahan yang ramah lingkungan dan modern tentu ini dapat menjadi langkah untuk mengatasi berbagai masalah dan membuat dunia menjadi lebih bersih," kata head of product Vivobarefoot, Lee Rogers, seperti dilansir Metro, Jumat (4/8/2017).
Lebih lanjut, Lee Rogers berharap produk yang dibuatnya dapat menginspirasi agar perusahaan lainnya juga bisa memproduksi barang dari material yang ramah lingkungan.
Sementara itu, perusahaan tersebut bukan satu-satunya perusahaan sepatu yang memproduksi alas kaki ramah lingkungan. Sebelumnya sudah terdapat beberapa perusahaan hingga start-up yang melakukan hal serupa.
Sebut saja start up Rothy's yang berbasis di San Fransisco, Amerika Serikat, melakukan inovasi dengan merancang sepatu berbahan benang yang terbuat dari daur ulang botol plastik. Rothy’s menggunakan outsoles, insoles, serta kemasan carbon-free yang bisa didaur ulang sepenuhnya ketika tak lagi dibutuhkan.
Secara keseluruhan, jenis sepatu tersebut menggunakan tiga material yang berbeda. Pada bagian atas, menggunakan material berupa benang dari botol PET yang telah diproses menjadi serat filamen serta material insole. Sementara, untuk solnya terbuat dari karet. Untuk membuat satu buah sepatu membutuhkan sekira tiga botol daur ulang.
(Dinno Baskoro)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.